Orasis Art Space Gelar Pamerkan Karya Seniman Neurodivergent, Highlight Hewan Endemik Indonesia
Anak-anak Lotus Art Course Surabaya meramaikan program publik Orasis Art Space yang mengangkat hewan endemik karya seniman neurodivergent. - Ilmi Bening - Harian Disway
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Orasis Art Space menggelar program publik khusus keluarga bernama Family Getaway with Raynor Pudijohartono’s Artwork: Animals and Their Habitats. Kegiatan tersebut dihadirkan dalam rangka memeriahkan rangkaian pameran Surabaya Art Prize 2026.
Tak hanya menjadi ruang bermain, pengunjung juga bisa belajar sekaligus menikmati seni lewat pengalaman interaktif di Orasis Art Space.
Program tersebut terinspirasi karya Raynor Pudijohartono, seniman neurodivergent asal Surabaya, yang lahir pada 2003. Kali ini, karyanya menceritakan tentang hewan endemik.
Sebagai seniman neurodivergent, Raynor menyajikan cara pandang yang khas dalam melihat dan merespons lingkungan sekitarnya. Sejak kecil, ia memiliki ketertarikan terhadap praktik perawatan dan pelestarian hewan.
BACA JUGA:Hadirkan Michaela Anselmini, Orasis Art Space Bahas Konservasi dan Restorasi Seni di Indonesia
"Kalau misalnya sedang rekreasi keluarga, ada jadwal untuk dia ke kebun binatang di setiap negara atau kota yang dia kunjungi," ujar Tan Anita, ibu Raynor, kepada Harian Disway.
Menurut dia, dalam setiap kesempatan, putranya memotret hewan-hewan di sana. "Dalam sehari, kami bisa menghabiskan waktu sampai empat jam di kebun binatang," imbuhnya.
Dalam rangkaian kunjungan ke kebun binatang itu, ada beberapa yang berkesan. "Saking fokusnya mengamati hewan di kebun binatang, Raynor pernah hilang. Waktu itu, kami sedang mengunjungi Berlin Zoo," kata Anita.
Selanjutnya, Raynor berkarya tentang binatang dengan menggunakan krayon, pensil warna, dan marker. Alat-alat itulah yang menjadi medium awal untuk membantunya mengekspresikan imajinasi serta membangun impiannya.
BACA JUGA:Collector’s Spotlight Orasis Art Space Tampilkan 10 Lukisan Sambut Libur Natal dan Tahun Baru
BACA JUGA:Jelajah Lanskap Seni Kontemporer Singapura dalam Pameran Seni Urban Pulse di Orasis Art Space

RAYNOR PUDIJOHARTONO berfoto bareng sang ibu di depan salah satu karyanya. -Ilmi Bening-Harian Disway
Dalam praktik berkaryanya, Raynor juga menunjukkan bagaimana seni dapat menjadi ruang komunikasi, ekspresi diri, sekaligus medium untuk membangun koneksi dengan orang lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: