Tentang Merawat dan Melepaskan Anabul hingga Akhir Hayat

Tentang Merawat dan Melepaskan Anabul hingga Akhir Hayat

ILUSTRASI Tentang Merawat dan Melepaskan Anabul hingga Akhir Hayat.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -

AKHIR Mei 2026, atensi warga media sosial tersedot pada berita unik yang muncul dari pemakaman umum di Ragunan, Jakarta. Kebanyakan makam ”ditempati” jasad orang yang meninggal dunia, tetapi berbeda dengan ”Pondok Pengayoman Satwa”. Makam di Ragunan itu menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi hewan peliharaan kesayangan tuannya. 

Ada puluhan anabul (anak bulu) yang beristirahat untuk selamanya di sana. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa hubungan manusia dengan hewan peliharaan mengalami perubahan yang cukup signifikan. 

Dahulu hewan cenderung dipelihara untuk diambil nilai ekonomisnya. Misalnya, sapi dan kerbau dipelihara untuk membajak sawah. Begitu pula dengan anjing yang dipelihara untuk menjaga ladang. 

Nasib yang sama dialami kucing yang dipelihara untuk mengusir tikus dari rumah majikannya. Hal itu berbanding terbalik dengan kondisi saat ini, hewan peliharaan diposisikan sebagai bagian dari kehidupan emosional keluarga.

BACA JUGA:Waspada 5 Pembunuh Senyap pada Kucing, Deteksi Dini Selamatkan Anabul

BACA JUGA:Diplomasi ‘Anabul’ ala Prabowo, Hadiahkan Baju untuk Anjing Presiden Korsel

Survei American Pet Products Association (APPA) pada 2025 menunjukkan, sebanyak 53 persen rumah tangga di Amerika Serikat memiliki anjing peliharaan. Sementara itu, dari 53 juta keluarga di Amerika Serikat pada 2025, sebanyak 39 persen memiliki kucing sebagai hewan peliharaan. 

Pertumbuhan kepemilikan hewan di lingkungan keluarga itu didorong oleh generasi Z dan milenial. Sementara itu, survei global Mars Global Pet Parent Study (2024) menunjukkan bahwa 56 persen orang memiliki hewan peliharaan dengan 47 persen di antaranya sebagai pemilik pertama. 

Menariknya, 37 persen orang menganggap bahwa anabul adalah bagian terpenting dalam hidup. Data hasil penelitian itu menjadi petunjuk bahwa telah terjadi perubahan cara masyarakat dalam memakanai keluarga dan hewan peliharaan. 

Akan tetapi, pertanyaan selanjutnya dari fenomena itu adalah konsekuensi seperti apa yang terjadi pasca adanya pengakuan anabul sebagai bagian dari keluarga.

BACA JUGA:6 Anabul Lisa BLACKPINK yang Bikin Hati Meleleh!

BACA JUGA:Jangan Lupa Beberapa Hal Ini sebelum Meninggalkan Anabul saat Mudik

Etika Perawatan Hewan 

Perubahan paradigma masyarakat dalam melihat hewan peliharaan membawa dampak positif, sekaligus negatif jika tanpa dibarengi dengan pemahaman yang baik tentang merawat binatang. Konsep ”ethics of care” menjadi penting untuk diperhatikan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: