Tentang Merawat dan Melepaskan Anabul hingga Akhir Hayat

Tentang Merawat dan Melepaskan Anabul hingga Akhir Hayat

ILUSTRASI Tentang Merawat dan Melepaskan Anabul hingga Akhir Hayat.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -

Bagi banyak keluarga, proses berpamitan secara layak menjadi bagian penting dalam perjalanan menghadapi duka. Dalam konteks itulah, kebutuhan akan ruang perpisahan yang manusiawi dan bermartabat mulai memperoleh perhatian yang lebih besar.

Berangkat dari realitas dan pergeseran makna anabul di tengah masyarakat, Rumah Sakit Hewan (RSH) Universitas Airlangga akan meresmikan fasilitas pemakaman hewan sebagai bagian dari pengembangan layanan kesehatan hewan yang lebih komprehensif. 

Pembangunan fasilitas itu bukan semata-mata mengikuti tren di media sosial, melainkan sebagai respons makna hewan peliharaan bagi keluarga. Fasilitas tersebut menjadi bukti bahwa kampus juga berperan dalam mendukung masyarakat untuk memberikan penghormatan terakhir kepada anabul.

Pemakaman hewan yang direncanakan tidak hanya berfungsi sebagai tempat peristirahatan terakhir, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya tanggung jawab terhadap hewan hingga akhir hayatnya. 

Pengelolaan mayat hewan akan dirancang dengan memperhatikan prinsip kesehatan masyarakat veteriner, aspek sanitasi lingkungan, serta kaidah kesejahteraan hewan. 

Dengan demikian, proses pemakaman tidak dilakukan secara sembarangan, tetapi melalui tata kelola yang aman, layak, dan menghormati nilai-nilai yang diyakini oleh pemilik.

Lebih jauh, rencana pembangunan pemakaman hewan itu mencerminkan perluasan peran institusi pendidikan kedokteran hewan dalam menjawab dinamika sosial yang berkembang. 

Pelayanan kesehatan hewan tidak lagi dipahami sebatas upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, tetapi juga mencakup pendampingan pada fase akhir kehidupan (end-of-life care). 

Rumah Sakit Hewan (RSH) Universitas Airlangga berupaya hadir tidak hanya ketika ada harapan untuk sembuh, tetapi juga ketika keluarga membutuhkan dukungan untuk menghadapi kehilangan. 

Dengan fasilitas itu, kampus turut mendorong tumbuhnya budaya kepemilikan hewan peliharaan yang lebih bertanggung jawab dan sesuai dengan ethics of care. (*)

*) Anwar Ma’ruf, direktur Rumah Sakit Hewan (RSH) Universitas Airlangga.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: