HARIAN DISWAY - Kebiasaan tidur tertentu diam-diam dapat memicu lonjakan gula darah. Itu berisiko menyebabkan diabetes. Kondisi itu terjadi karena perubahan hormon tubuh saat tidur yang memengaruhi kadar glukosa.
Banyak orang tidak menyadari bahwa lonjakan gula darah justru terjadi saat masih terlelap. Hal itu umumnya muncul pada dini hari hingga menjelang pagi.
Fenomena tersebut berkaitan dengan ritme alami tubuh yang meningkatkan kadar gula darah untuk mempersiapkan aktivitas. Namun pada kondisi tertentu, lonjakan itu bisa berlebihan dan berbahaya.
Jika pola tidur tidak terjaga, risiko gangguan metabolisme akan semakin tinggi. Dampaknya tidak hanya pada kualitas tidur. Tetapi juga kesehatan jangka panjang.
Pola makan tinggi lemak jenuh dari gorengan dapat meningkatkan risiko diabetes, hipertensi, dan gangguan metabolik.-Popmama-Pinterest
BACA JUGA:Jenis Kurma Paling Rendah Gula untuk Penderita Diabetes di Tahun 2026
BACA JUGA:Tip Rawat Luka Diabetes di Rumah, Cegah Komplikasi Serius
1. Tidur Tidak Teratur
Pola tidur yang berubah-ubah dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh. Akibatnya, sistem pengaturan gula darah menjadi tidak stabil.
Kondisi itu membuat tubuh kesulitan mengontrol insulin secara optimal. Dalam jangka panjang, risiko diabetes pun meningkat.
2. Kurang Tidur
Durasi tidur yang tidak cukup dapat memicu resistensi insulin. Hal itu membuat kadar gula darah lebih mudah naik tanpa disadari.
Selain itu, kurang tidur juga meningkatkan hormon stres. Kondisi tersebut memperburuk keseimbangan metabolisme tubuh.
BACA JUGA:6 Manfaat Buah Delima, Mengurangi Peradangan Hingga Mencegah Penyakit Diabetes
3. Tidur Terlalu Larut
Kebiasaan bergadang sering dikaitkan dengan pola hidup tidak sehat. Termasuk konsumsi makanan di malam hari yang memicu lonjakan gula darah.
Tubuh juga kehilangan waktu istirahat optimal. Akibatnya, proses pemulihan dan pengaturan hormon terganggu.