Sudah enam tahun Tiongkok dan Korea Utara (Korut) benar-benar terpisah. Orang-orang di kawasan yang hanya dipisahkan sungai itu tak bisa saling berkunjung. Bulan ini, batas dua negara itu akhirnya terbuka lagi. Perlahan-lahan.
DI tepi Sungai Yalu, di pekan terakhir Maret 2026, kereta itu melaju pelan. Rangkaian penumpang nyaris kosong. Gerbongnya berderak saat melintasi jembatan dari Dandong, Provinsi Liaoning, Tiongkok, menuju Sinuiju di Korut.
Perjalanan hari itu bukan sekadar wisata lintas batas. Itu tanda bahwa jalur lama antara Tiongkok dan Korut mulai hidup lagi.
Pemandangan itu muncul setelah jeda panjang. Enam tahun. Sejak pandemi Covid-19 menutup rapat perbatasan Korut pada 2020.
BACA JUGA:Prabowo Bertemu Menteri Keamanan Tiongkok, Bahas Stabilitas Kawasan dan Kerja Sama Strategis
BACA JUGA:Konsul Tiongkok Surabaya Salurkan 200 Paket Ramadan ke PWNU Jawa Timur
Kini, rel kembali aktif. Kereta penumpang harian kembali berjalan sejak pertengahan Maret 2026.
Kemarin, Senin, 30 Maret 2026, batas dua negara itu kembali berkurang. Air China mengumumkan pembukaan kembali penerbangan Beijing–Pyongyang juga dibuka lagi. Artinya, konektivitas kedua negara mulai dipulihkan.
Namun, pergerakan masih terbatas.
Di Dandong, kota gerbang utama menuju Korut, aktivitas belum sepenuhnya pulih. Wisatawan belum bisa masuk. Visa turis belum diterbitkan. Yang melintas adalah mereka yang punya kepentingan khusus: pekerja, pelajar, atau urusan resmi.
PEBISNIS TIONGKOK Zhao Bin diwawancarai media menjelang berangkat dengan penerbangan perdana Air Shina menuju Pyongyang. -GREG BAKER-AFP-
Wang Meili, 68, hanya bisa menunggu. Ia lahir dan besar di Dandong. Seumur hidup, ia memandang Korea Utara dari seberang sungai. Kini, saat pensiun, ia ingin benar-benar pergi ke sana. “Saya ingin dapat visa. Sudah punya paspor,” ujarnya.
Harapan itu belum terwujud. Tapi tanda-tanda perubahan mulai terlihat.
Di jembatan lain, yang sebagian rusak akibat bom Amerika Serikat saat Perang Korea, turis berjejer. Mereka membawa teropong. Mereka memandang Sinuiju dari jauh. Ada yang memotret. Ada yang sekadar diam.
Perahu wisata hilir mudik. Mengangkut pengunjung yang ingin melihat langsung kehidupan di seberang. Warga Korea Utara terlihat bersepeda di tepi sungai. Ada yang membersihkan perahu. Di beberapa titik, penjaga berseragam berdiri.