"Bermain di laga besar seperti final adalah hal penting bagi klub seperti City. Menurutku, performa tim meningkat setelah menit ke-30, dan ini salah satu penampilan terbaik kami musim ini," ungkap Haaland, dalam wawancara dengan TNT Sports.
"Kami sempat kesulitan di awal, tapi setelah 30 menit kami mulai menemukan ritme. Ini performa yang sangat bagus," lanjutnya.
Dari statistik, City memang lebih efektif. Mereka mencatat expected goals (xG) sebesar 2,5 dari 11 tembakan, sementara Liverpool hanya 1,43 dari jumlah percobaan yang sama. Hal ini menunjukkan perbedaan kualitas dalam penyelesaian akhir.
BACA JUGA:Arsenal vs Man City 0-2, Brace O'Reilly Bawa The Cityzens Juara Carabao Cup!
BACA JUGA:Rating Pemain Man City yang Kalahkan Arsenal 2-0 di Final Carabao Cup, Nico O'Reilly Terbaik!
Haaland sendiri kini telah mencetak 33 gol dari 44 pertandingan di semua kompetisi musim 2025/26. Meski demikian, ia mengakui performanya sempat tidak konsisten dalam beberapa waktu terakhir.
"Performaku masih naik turun dan itu belum cukup baik," ungkapnya. Hal itu, salah satunya, terlihat di Liga Champions. Ia gagal membantu City mengatasi Real Madrid di babak 16 Besar.
Haaland mengakui, absennya City dari Liga Champions di perempat final menjadi kekecewaan tersendiri. Namun, ia menegaskan bahwa tim harus tetap fokus pada kompetisi yang tersisa, termasuk laga penting berikutnya melawan Chelsea.
Secara keseluruhan, kemenangan ini bukan hanya soal lolos ke semifinal, tetapi juga menjadi pernyataan tegas bahwa Manchester City masih sangat lapar akan gelar dan siap bersaing hingga akhir musim. (*)