“Ketika performa tim menurun, individu juga akan kesulitan. Kami harus menemukan kembali sesuatu yang hilang dalam beberapa pertandingan terakhir,” tambah penyerang berusia 28 tahun tersebut.
Thuram sendiri musim ini telah mencatatkan 12 gol dan 5 assist dari 36 laga di semua kompetisi. Namun, ia mulai kehilangan tempat sebagai starter dan lebih sering tampil sebagai pemain pengganti, terutama setelah munculnya Francesco Pio Esposito sebagai opsi di lini depan.
BACA JUGA:Fiorentina vs Inter Milan 1-1, Alarm Nerazzurri Mulai Menyala
BACA JUGA:Update Cedera Inter Milan: Bastoni dan Calhanoglu Berpeluang Tampil Lawan Fiorentina
Duel Marcus Thuram (kiri) dan Felix Nmecha (kanan) di matchday kedelapan Liga Champions Borussia Dortmund vs Inter Milan, Kamis, 29 Januari 2026.-Getty Images-
Meski begitu, dalam laga melawan Roma nanti, Thuram diperkirakan akan kembali berduet dengan Lautaro sejak menit awal.
Hal ini tak lepas dari performa Pio Esposito yang sempat menyia-nyiakan beberapa peluang emas dan gagal mengeksekusi penalti saat Italia tersingkir dari play-off Piala Dunia usai kalah adu penalti dari Bosnia dan Herzegovina.
Pesan paling kuat dari Lautaro justru datang dari sisi mentalitas tim. Ia menekankan pentingnya mengembalikan rasa percaya diri dan menikmati permainan.
“Kami harus lebih rileks, tersenyum, dan menikmati permainan. Itulah yang membawa kami meraih gelar setelah sekian lama. Kami harus belajar menikmati permainan bersama lagi,” tegasnya.
BACA JUGA:Guglielmo Vicario Terpuruk di Tottenham, Inter Milan Siap Manfaatkan Situasi
BACA JUGA:Francesco Pio Esposito Setia di Inter Milan, Arsenal dan Newcastle Terancam Gigit Jari
Dengan peluang meraih Scudetto dan Coppa Italia yang masih terbuka, kata-kata sang kapten mencerminkan keyakinan bahwa Inter masih memiliki kapasitas untuk bangkit.
Laga melawan Roma pun menjadi momentum penting bagi Nerazzurri untuk kembali ke jalur kemenangan dan menjaga asa meraih gelar di akhir musim. (*)