HARIAN DISWAY - Kebersamaan panjang antara Manchester City dan Bernardo Silva sudah akan segera mencapai akhir.
Sinyal perpisahan semakin menguat setelah asisten pelatih Pep Lijnders mengisyaratkan bahwa sang gelandang akan menjalani sisa musim sebagai momen perpisahan.
Komentar tersebut muncul usai kemenangan telak Manchester City 4-0 atas Liverpool di perempat final Piala FA, Sabtu, 4 April 2026 WIB. Kemenangan itu sekaligus membawa The Citizens (julukan Man City) lolos ke semifinal FA Cup untuk kedelapan kalinya secara beruntun.
Kontrak Bernardo Silva sendiri akan berakhir pada Juni mendatang. Sang pemain telah mengonfirmasi kepada klub bahwa ia akan hengkang dengan status bebas transfer.
BACA JUGA:Man City Tendang Liverpool dari FA Cup, Haaland Bicara Ambisi Trofi
BACA JUGA:Man City vs Liverpool 4-0, Hattrick Haaland Antar The Cityzens ke Semifinal Piala FA
Man City juara Carabao Cup 2025/2026 usai mengalahkan Arsenal 2-0, Minggu 22 Maret 2026. Foto: Kapten Bernardo Silva mengangkat trofi Carabao Cup 2025/2026-Glyn Kirk-Getty Images
Meski sebelumnya ia belum pernah secara terbuka mengungkapkan langkah selanjutnya dalam kariernya, kini kepastian tersebut akhirnya mulai terjawab.
“Setiap cerita yang bagus pasti akan berakhir. Saya harap ia (Bernardo Silva) menikmati bulan-bulan terakhirnya di sini. Ia pantas mendapatkan perpisahan yang layak,” ujar Lijnders dikutip dari ESPN.
Gelandang asal Portugal itu memang menjadi salah satu sosok penting dalam era kejayaan Manchester City di bawah asuhan Pep Guardiola. Sejak bergabung, ia telah mencatatkan sekitar 450 penampilan dengan kontribusi 76 gol dan 77 assist di semua kompetisi.
Tak hanya itu, koleksi trofinya bersama Man City juga sangat impresif, termasuk satu gelar Liga Champions, enam trofi Premier League, empat Piala Liga Inggris, dan dua Piala FA.
BACA JUGA:Pep Guardiola Tunda Keputusan Masa Depan di Man City hingga Mei, Apa Alasannya?
BACA JUGA:Man City Juara Carabao Cup, Pep Guardiola Pun Terkejut
Lijnders bahkan menegaskan bahwa sosok seperti Bernardo hampir mustahil untuk digantikan. Menurutnya, keunikan dalam cara bermain, visi, hingga kepemimpinan sang gelandang membuatnya menjadi pemain yang sangat spesial.
“Pemain seperti ia tidak bisa benar-benar digantikan. Yang bisa dilakukan adalah mencari keseimbangan baru untuk tim,” tambah Lijnders.