INI makan malam istimewa. Di hamparan lahan peternakan yang luas dengan tanaman yang masih rindang. Di meja makan panjang tanpa atap. Di bawah rembulan yang mulai bersinar terang. Mengintip dari langit.
Sungguh makan malam yang mewah. Apalagi, menunya daging domba premium. Hasil breeding alias pembiakan domba asal Australia. Yang lebih istimewa lagi, chef-nya pemiliknya sendiri: Agus Wawan B.S.
Semua bahan makan malam itu dari kebun yang ada di Dorper Prime Ranch Maliran. Perjalanan 20 menit dari pusat Kota Blitar. Berdampingan dengan Maliran Deer Breeding atau tempat penangkaran rusa milik Perhutani.
Selain tempat penangkaran domba, di lahan itu juga ditanam berbagai tanaman berkualitas. Misalnya, bayam brasil, tomat, dan berbagai bahan baku pendukung barbeku. Chef-nya bisa memetik langsung bahan yang dibutuhkan.
Juga, ada bioflok untuk ternak ikan. Karena itu, kalau ada juru masak yang ingin memasak non-daging domba, mereka bisa memilih ikan. Tinggal memanen di kolam bioflok yang ada di samping berbagai tanaman bumbu dan sayur.
Tempat itu sering menerima tamu chef dari berbagai kota. Bahkan, ada yang kamping beberapa hari. Mereka datang untuk mengecek kualitas bahan baku dan mencoba berbagai olahan daging baru. Ada alat lengkap untuk memasak di kebun itu.
MAKAN malam hasil masakan Wawan.-Arif Afandi untuk Harian Disway-
”Kami memang khusus melayani pasar horeka (hotel, restoran, dan kafe, Red). Karena itu, yang datang ke sini sebagian besar para chef atau juru masak horeka,” kata Wawan sambil menyiapkan bumbu dan memanggang daging domba.
Dulu saya mengenal Wawan sebagai orang radio. Pengurus PRSSNI (Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia). Pemilik jaringan radio Mayangkara Group Blitar. Orang tuanya pemilik jaringan pom bensin di kota itu.
Lama sekali saya tak bersua. Mungkin sejak saya tak lagi menjadi orang media. Puluhan tahun. Rupanya ia juga sudah meninggalkan dunia media. Beralih menjadi pengusaha peternak domba. Bukan domba biasa. Domba premium.
Ketika saya berkabar ingin ketemu di Blitar, ia langsung mengajaknya ke lahan ternaknya. ”Nanti malam saya aturi (persilakan, Red) barbeku daging domba di tempat saya. Di peternakan,” katanya. Ia pun mengirim alamat Google Map: Maliran Deer Breeder.
Malam itu saya ajak teman dari Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNU Blitar yang baru: Anang Kurniawan dan Akhsin Al Fata. Mereka aktivis NU yang juga pengusaha.
Anang bergerak di bidang pakan ternak dan ikan. Akhsin berbisnis kakao. Sekretaris PCNU itu memang lama menjadi manajer di Kampung Coklat. Itu destinasi wisata populer milik Kholid Mustofa, santri pengusaha sukses.
WAWAN sedang menyiapkan makan malam di dapur Dorper Prime Ranch Maliran.-Arif Afandi untuk Harian Disway-
Ternak domba Wawan mulai berkembang pesat sejak dua tahun lalu. Di Blitar ia mempunyai tiga kandang domba. Saat ini ada 6 ribu domba di seluruh peternakannya. Yang di Maliran hanya 400. ”Ini memang hanya semacam showroom kami,” tambahnya.