Wawan Domba

Selasa 07-04-2026,06:33 WIB
Reporter : Arif Afandi
Editor : Yusuf Ridho

Ia mulai merintis ternak domba itu 11 tahun lalu. Tadinya hanya melayani permintaan di lokal Blitar. Melalui layanan katering Kambing Guling Ajiib. Spesialis kambing guling dan akikah. Ini layanan kambing guling untuk kelas atas di Blitar.

Wawan tak setengah-setengah dalam beternak domba. Ia mengambil indukannya dengan impor dari Australia. Kemudian, ia mengembangkannya melalui proses breeding sehingga menemukan kualitas yang pas untuk pasar Indonesia.

Kini Wawan yang tadinya orang media telah bertransformasi menjadi peternak. Bukan sekadar peternak domba, melainkan seorang industrialis domba premium. Ia tak hanya pindah sektor yang digeluti. Tetapi, juga membangun standar baru industri domba. 

Kok bisa? Sebab, Wawan bukan hanya beternak domba sebagaimana petani pada umumnya. Ia mengembangkan ekosistem baru berbasis produk daging domba yang dikembangkanya. 

Domba produksi ternak Wawan khas. Ia tidak semata menghadirkan domba sebagai komoditas. Tetapi, juga menyajikan praktik ternak yang baik. Yang melahirkan produk premium dengan standar yang konsisten.

”Di pusat breeding-nya, lokasinya jauh lebih steril dari sini. Di sana terjaga dari segala hal yang bisa memengaruhi produk,” tambahnya. Sayang, saya tidak sempat mengunjungi pusat peternakan yang menjadi pusat pembibitan domba kualitas premium itu.

Melalui PT Dorper Algoritma, ia sudah melayani hotel-hotel bintang lima dan restoran se-Jawa dan Bali. Ia tidak jualan daging kambing atau domba. Tapi, brand peternakan dan potongan daging domba, mulai cutlet, rack, saddle, brisket, hingga flank. Ia membawa berbagai istilah di dapur restoran ke peternakan.

”Sebenarnya, ketahanan pangan daging di Indonesia yang sangat mungkin itu ya domba. Bukan sapi. Ini yang gampang dikembangkan dengan melibatkan banyak petani. Beda dengan sapi yang modalnya jauh lebih memberatkan petani,” kata penggemar motor gede dan menembak di hutan itu.

Saya tidak sempat bertanya mengapa memilih menggeluti ternak domba premium. Sewaktu muda, ia mengembangbiakkan rusa di peternakannya. Saya pernah diundang untuk mencicipi daging bakar rusa. Itu dulu saat kami berdua masih bergulat di media.

Ia tak berhenti di pembiakan domba. Tapi, membangun rantai pasok daging domba premium yang terjamin secara mutu dengan standar berat, tekstur, dan rasa yang terjaga. Wawan lewat Dorper Prime Ranch-nya tidak sekadar menjual domba. Tetapi, juga jaminan kualitas dan nilai brand.

Karena itu, ia tak hanya berkutat beternak. Tetapi, juga menyiapkan ruang hospitality untuk pasar mereka. Kandang ternak Domba Maliran milik Wawan sangat ”memanjakan” para chef horeka yang ingin memastikan proses pengadaan daging domba untuk hotel dan restorannya.

Ada dapur modern lengkap dengan peralatannya. Ada alat panggang domba di tengah lapangan. Ada pojok resto tempat para barista menyajikan kopi dan minuman setelah menyantap domba panggang. Sungguh ia paham bagaimana membuat tergiur pasar utama peternakannya.

Wawan tak hanya peternak domba. Ia sudah menjadi industrialis bahan baku menu premium horeka. Karena itu, selain ladang peternakan, ia juga menyiapkan jaringan logistiknya. Saat ini ia punya empat cold storage di beberapa kota untuk mendukung distribusi daging domba premiumnya.

Ia mengubah model ternak domba tradisional menjadi sesuatu yang industrial. Ia memoles domba yang dahulu dikenal sebagai daging yang perengus dan alot menjadi sesuatu yang layak konsumsi secara premium. Karena itu, penamaan potongan daging dengan istilah dapur horeka itu bukan sekadar kosmetik.

Ia mengubah cara kita melihat nilai sesuatu. Ketika daging dipotong dengan standar tertentu dan diberi identitas yang jelas, ia berhenti menjadi barang generik. Ia menjadi produk dengan karakter. Menciptakan nilai baru atas barang. 

Kita tahu, salah satu persoalan utama industri domba nasional –termasuk banyak komoditas ternak dan pertanian lainnya– adalah inkonsistensi. Kualitas daging sangat bergantung pada keberuntungan: bagaimana ternaknya dipelihara, bagaimana dipotong, dan bagaimana didistribusikan. Tidak ada jaminan rasa, tekstur, atau kebersihan.

Kategori :