JAKARTA, HARIAN DISWAY - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Rabu, 8 April 2026 diperkirakan berada dalam rentang Rp17.050 hingga Rp17.200 per dolar AS.
Berdasarkan analisis Doo Financial Futures, rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS sebesar 70 poin atau 0,41% ke level Rp17.105 per dolar AS pada Selasa, 7 April 2026. Di sisi lain, indeks dolar AS tercatat turun tipis 0,07% ke posisi 99,90.
Selain rupiah, sejumlah mata uang Asia lainnya juga mengalami pelemahan, di antaranya peso Filipina yang terdepresiasi 0,46% dan ringgit Malaysia yang turun 0,10%.
BACA JUGA:Update Harga Emas Global Akhir Maret 2026 dan Pengaruh Fluktuasi Rupiah
Rupiah ditutup melemah di tengah penguatan mayoritas mata uang Asia lainnya. Dolar Singapura tercatat menguat 0,07% terhadap dolar AS, diikuti won Korea yang naik 0,60%, sementara peso Filipina justru melemah 0,27%.
Penguatan terhadap dolar AS juga dialami oleh sejumlah mata uang Asia lainnya, seperti rupee India yang naik 0,15% dan baht Thailand yang menguat 0,06%. Selain itu, yuan China tercatat menguat 0,31%, dan dolar Hong Kong naik tipis 0,01%.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menyebutkan bahwa ketidakpastian arah konflik mendorong pelaku pasar cenderung berhati-hati, yang pada akhirnya memberujab tekanan pada mata uang negara berkembang seperti rupiah.
BACA JUGA:Rupiah Digital: Ketika Kecepatan Uang Menjadi Risiko Baru
BACA JUGA:Anomali Rupiah-Pasar Modal
Sentimen eksternal saat ini cenderung masih bervariasi. Sebagian investor berharap adanya peluang menuju perdamaian, sementara bagian lainnya mulai mengantisipasi kemungkinan eskalasi konflik yang lebih luas.
"Pasar saat ini terpecah. Ada yang optimis konflik mereda, tetapi adajuga yang bersiap menghadapi skenario terburuk," ucap Lukman Leong.
Di sisi lain, peningkatan harga minyak dunia turut memberikan tekanan pada rupiah. Kenaikan harga energi ini diperkirakan dapat membebani anggaran negara, mengingat harga BBM di dalam negeri masih belum mengalami penyesuaian.
BACA JUGA:5 Alasan Redenominasi Rupiah, Rp1.000 Jadi Rp.1, Ditarget Rampung 2027
BACA JUGA:Rupiah Melemah, Menkeu Purbaya Sebut Akibat Ekspektasi Pasar dan Isu Media