Krisis Energi, Sebuah Paradoks

Kamis 09-04-2026,10:09 WIB
Oleh: Bambang Prakoso*

Tanpa bantalan itu, Indonesia akan terus bersikap reaktif setiap kali terjadi gejolak global.

Kekayaan energi tidak boleh diukur dari besarnya cadangan atau produksi, tetapi dari kemampuan negara mengendalikan pasokan, mengelola harga, dan memastikan akses merata. Kekayaan sejati adalah kedaulatan. 

Hilirisasi energi terbarukan harus menjadi agenda nasional agar transisi memperkuat ekonomi, bukan menambah ketergantungan. (*)

*) Bambang Prakoso, dosen JIP FISIP UWKS, pengurus ICMI Jatim, dan ketua GPMB Jatim.

 

Kategori :