Sepuluh Tuntutan dan Satu Tong Sampah

Jumat 10-04-2026,05:33 WIB
Reporter : Efatha Filomeno Borromeu Duarte*
Editor : Yusuf Ridho

Syaratnya satu: Iran harus membuka Selat Hormuz. Segera. Total. Tanpa tawar-menawar.

PM Sharif kemudian mengumumkan gencatan senjata yang mencakup ”Lebanon dan tempat lain”. Masalahnya, White House sudah mereviu dan menyetujui postingan Sharif sebelum dipublikasikan. 

Namun, Netanyahu langsung membantah: ”Lebanon tidak termasuk”. Trump menegaskan hal yang sama. Juru bicara White House juga.

Bayangkan, Anda menjadi tuan rumah arisan. Anda umumkan aturan mainnya. Lalu, dua tamu paling galak bilang aturannya beda. 

Dan, tamu ketiga bilang tidak mau datang kalau aturannya tidak sesuai keinginannya. Itulah Pakistan sekarang.

SEPULUH TUNTUTAN DAN SATU TONG SAMPAH

Ini bagian paling menarik. Iran mengajukan sepuluh tuntutan sebagai syarat perundingan. Saya membacanya dua kali untuk memastikan itu bukan satire.

Isinya, antara lain, AS harus menarik pasukan dari kawasan, semua sanksi dicabut, Iran boleh terus mengayakan uranium, AS harus membayar kompensasi kerusakan perang, Iran tetap menguasai Selat Hormuz, dan semua pertempuran, termasuk di Lebanon, harus berhenti. 

Seorang analis menyebutnya bukan sekadar kesepakatan nuklir, melainkan ”restrukturisasi total tatanan regional demi kepentingan Iran”.

Respons Gedung Putih? Juru bicaranya bilang, Trump melemparkan dokumen itu ke tong sampah. Secara harfiah.

Sementara itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyebutkan, gencatan senjata itu sebagai ”kekalahan abadi” bagi Washington. Mereka mengeklaim, AS sudah menerima sepuluh tuntutan sebagai basis perundingan. 

Trump di konferensi pers bilang, tidak akan ada pengayaan uranium. Netanyahu menambahkan, uranium itu akan keluar dari Iran, entah lewat kesepakatan atau lewat perang.

Dua kubu. Dua narasi. Satu kebenaran yang masih bersembunyi di balik kabut perang dan kabut diplomasi.

230 KAPAL TANKER DI SELAT YANG MASIH TERTUTUP

Selat Hormuz. Jalur laut yang hanya selebar 33 kilometer di titik tersempitnya. Tapi, menanggung beban 20 persen perdagangan minyak dunia. Sekarang 230 kapal tanker mengantre di sana seperti truk di Puncak saat libur Lebaran.

Iran sempat menjanjikan koridor aman selama gencatan senjata. Bersama Oman, mereka berencana memungut biaya transit USD2 juta per kapal. Dana itu, katanya, untuk rekonstruksi. 

Kategori :