Faux Flora, Bunga Buatan yang Bantu Lebah Menemukan Bunga Asli di Tengah Polusi
Faux Flora beraroma, berkilauan, dan simetris secara radial, meniru ciri-ciri yang dicari serangga pada bunga.--dezeen.com
HARIAN DISWAY - Polusi udara ternyata tidak hanya berdampak pada manusia. Serangga penyerbuk seperti lebah pun. Ia ikut mengalami gangguan dalam mencari sumber makanan.
Menjawab persoalan tersebut, desainer asal Inggris Justina Alexandroff menciptakan Faux Flora. Sebuah bunga buatan. Dirancang untuk membantu lebah menemukan bunga asli di lingkungan yang tercemar.
Proyek tersebut berangkat dari temuan ilmiah. Hasil studi menunjukkan bahwa polusi udara dapat mengganggu aroma alami bunga.
Akibatnya, lebah dan serangga penyerbuk lain kesulitan mendeteksi keberadaan tanaman. Padahal, mereka membutuhkan tanaman tersebut sebagai sumber nektar.
BACA JUGA:Manusia Tak Bisa Hidup Tanpa Lebah
BACA JUGA:Penelitian Otak Serangga di Sheffield Buka Jalan Revolusi Teknologi AI
Faux Flora hadir sebagai semacam penunjuk arah. Bentuknya memang menyerupai bunga. Tetapi dengan karakter visual dan aroma yang dibuat jauh lebih menonjol. Lebih pekat dibanding bunga alami.

Faux Flora dirancang untuk menarik serangga ke arah bunga-bunga di sekitarnya.--dezeen.com
Alexandroff menyebut objek itu dirancang agar dapat berfungsi sebagai penanda visual. Sekaligus penanda aroma bagi serangga.
Ketika ditempatkan di sekitar tanaman berbunga, Faux Flora diharapkan membantu menarik perhatian lebah menuju bunga asli di sekitarnya.
Untuk desain, Alexandroff menggabungkan pendekatan ilmu material, kimia aroma, dan desain digital. Tujuannya untuk menciptakan struktur yang secara khusus menarik bagi serangga penyerbuk.
BACA JUGA:Pakar Dukung Serangga Jadi Alternatif Protein Untuk MBG: Sudah Diakui Dunia
BACA JUGA:MUI Buka Suara Terkait Serangga Masuk Opsi Menu MBG
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: dezeen.com