Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (12): Kampung Topi Punggul Butuh SDM Paham Digital

Sabtu 11-04-2026,09:00 WIB
Reporter : Chalid Syamy Ramadhan*
Editor : Guruh Dimas Nugraha

"Biasanya memang ada sosialisasi program dari pemerintah untuk memajukan usaha. Termasuk pelatihan-pelatihan. Kami harap itu bisa berkelanjutan. Karena selain masalah digital, kami juga kekurangan tenaga penjahit," ujar Irfan.

BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (7): Kampung Tas Tanggulangin, Eksis Meski Terhimpit

BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (6): Kampung Tas Tanggulangin, INTAKO jadi Satu-satunya Tumpuan


Ribuan topi diproduksi tiap bulan di Kampung Topi Punggul, Sidoarjo. Kini, para pengelola UMKM berharap bisa menjangkau pemasaran digital.-Najwa Rana Iswari-Harian Disway

Terkait permasalahan tersebut, Harian Disway menemui Kepala Desa Punggul Fatkhur Rohman. Ia berada di kantornya yang berada di sebelah SDN Punggul 2. Hanya berjarak beberapa meter dari Kampung Topi Punggul. 

Fatkhur menyebut bahwa digitalisasi adalah salah satu tantangan yang dihadapi oleh UMKM Topi Punggul. Pemerintah desa pun berencana membuat paguyuban khusus yang menaungi para perajin topi. Kemudian dilakukan pelatihan-pelatihan. Termasuk workshop pemasaran digital.

“Pemasaran online perlu dilakukan. Kami bisa mendatangkan narasumber khusus yang paham tentang pengembangan bisnis online. Dengan begitu, pelaku UMKM bisa menjangkau peluang yang lebih luas," ungkapnya. 

Selain itu, pemerintah desa juga berupaya melibatkan anak-anak muda. Mereka bisa ikut andil dalam proses digitalisasi UMKM.

BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (5): Kampung Batik Jetis Tunggu Waktu Menuju Punah

BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (4): Kampung Batik Jetis, Hidup Segan Mati Enggan

“Anak-anak muda lebih paham digital. Mereka bisa kami libatkan untuk bekerja sama dengan para pengusaha," ujar kepala desa yang telah menjabat selama 12 tahun itu. 

Saat ini, hampir 70 persen warga desa Punggul bergelut sebagai pengusaha hingga perajin topi. Itu menjadikan sektor industri konveksi atau garmen memainkan peran penting.

Sektor tersebut menyumbang pertumbuhan ekonomi desa. Sehingga perlu perhatian serius. Guna menjaga keberlangsungan UMKM tersebut di era modern.  

Masalah digital dan krisis penjahit di Punggul juga mendapat perhatian dari Bupati Sidoarjo Subandi. Ditemui di kawasan Waru, 9 April 2026, bupati menjanjikan program-program pelatihan untuk berbagai UMKM di Sidoarjo. Termasuk Punggul.


UMKM topi milik Ali Murtadho (berbaju merah) yang telah eksis sejak dekade '70an. Selain krisis penjahit, saat ini mereka membutuhkan ekspansi ke pasar digital.-Najwa Rana Iswari-Harian Disway

BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (3): Kampung Batik Jetis, Canting Punya Nilai Seni

Kategori :