Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (12): Kampung Topi Punggul Butuh SDM Paham Digital

Sabtu 11-04-2026,09:00 WIB
Reporter : Chalid Syamy Ramadhan*
Editor : Guruh Dimas Nugraha

Minim penjahit dan tren digital. Itu jadi kesulitan yang dihadapi oleh perajin Kampung Topi Punggul. Terutama era belanja online. Sedangkan para pengusaha masih mengandalkan pola lama. Hal itu jadi perhatian Pemerintah Desa Punggul. Bupati Sidoarjo Subandi pun turut bersuara.

Di era serba digital saat ini, banyak pengusaha UMKM Kampung Topi Punggul kesulitan. Mereka masih menggunakan jaringan-jaringan bisnis lama. Pemasaran pun sebagian besar masih konvensional. 

Seperti UMKM milik Ali Imran, Ali Murtado, dan Muhammad Irfan. Ketiganya belum melakukan ekspansi secara maksimal ke ranah digital.

"Untuk pemasaran online memang belum ada. Selama ini hanya berjualan di toko saja," ujar Firmansyah, salah seorang karyawan Toko Delta milik Ali Imran pada Harian Disway, 14 Maret 2026.

BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (11): Kampung Topi Punggul Kekurangan Tenaga Penjahit

BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (10): Kampung Topi Punggul, UMKM Jadi Pilar Ekonomi Desa


Penanda masuk Kampung Topi Punggul, Sidoarjo. UMKM topi di kampung tersebut masih eksis hingga kini.-Najwa Rana Iswari-Harian Disway

Hal yang sama juga dialami oleh usaha milik Ali Murtadho, owner UMKM H. Thoha. Meskipun memiliki rumah produksi yang cukup besar, serta aktif melakukan pengiriman ke luar pulau, ia juga belum masuk ranah digital.

"Kalau zaman sekarang sebenarnya pemasarannya lebih mudah. Bisa menggunakan hape. Tapi yang paham online itu kebanyakan anak-anak muda. Kami masih belum ke arah sana. Karena kami belum sepenuhnya paham," ungkap Ali.

Sedangkan usaha milik Irfan telah eksis sejak 1980. Bahkan telah memiliki 3 cabang di kampung tersebut. Pusatnya terletak di depan sebuah musala di Kampung Punggul.

Rumah produksinya berada cukup jauh dari jalan raya. Butuh melewati beberapa gang sempit untuk mendatangi lokasi tersebut. 

BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (9): Kampung Tas Tanggulangin Sepi di Etalase, Ramai di Produksi

BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (8): Kampung Tas Tanggulangin, Perajin Tak Cukup Andalkan Jahitan

Irfan siang itu sedang mendata jumlah pesanan produk. Meski ramai pesanan dan terus aktif, ia menyebut bahwa usahanya belum dipasarkan di e-commerce.

"Pemain-pemain lama seperti kami kurang paham. Anak-anak saya juga belum mau meneruskan usaha ini. Jadi, kami masih mempertahankan pola lama untuk pemasaran," ungkapnya.

Satu harapan yang sama dari ketiganya. Yakni peran pemerintah untuk memajukan UMKM topi di Punggul. Terutama membantu dalam hal pemberdayaan tenaga kerja dan pengembangan bisnis digital. 

Kategori :