Mikel Arteta sebut kekalahan 1-2 dari Bournemouth sebagai pukulan telak dan ujian mental bagi Arsenal yang tumpul di tengah persaingan krusial gelar juara.--AFP
Arteta mengakui bahwa timnya tidak bermain seperti biasanya, terutama di babak kedua. "Di babak kedua, kami melakukan banyak hal yang aneh. Kami biasanya sangat konsisten, tapi hari ini berbeda," jelasnya.
Ia menilai performa timnya jauh dari standar yang selama ini mereka tunjukkan. Meski begitu, Arteta tetap mencoba menjaga sudut pandang positif. Ia menekankan bahwa rasa sakit dari kekalahan ini harus dirasakan sepenuhnya oleh para pemain.
BACA JUGA:Southampton vs Arsenal 2-1: Mimpi Treble The Gunners Resmi Pupus
BACA JUGA:Rating Pemain Arsenal yang Dipermalukan Southampton 1-2, Lini Belakang Sumber Masalah
"Ini sangat menyakitkan, dan memang harus terasa seperti itu. Para pemain harus menerimanya," tegasnya. "Anda harus bangkit dan terus berjuang, kalau tidak maka Anda akan tersingkir," ujar pelatih asal Spanyol tersebut.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa fase musim saat ini tidak memberi ruang untuk kesalahan berulang.
Tantangan berat pun sudah menanti. Arsenal akan menghadapi Sporting CP di Liga Champions sebelum bertemu rival utama mereka, Manchester City, yang dilatih oleh Pep Guardiola. Dua laga ini berpotensi menjadi penentu arah musim mereka.
"Ini memang perasaan yang buruk, tapi besok adalah hari baru. Jika sejak awal musim kami ditawari posisi seperti ini di bulan April, kami pasti akan menerimanya,” katanya.
Kekalahan tersebut bukan sekadar kehilangan poin, tetapi juga ujian mental bagi Arsenal. Dengan tekanan yang semakin besar, respons mereka akan sangat menentukan apakah mereka mampu tetap bersaing atau mulai kehilangan momentum. (*)