Pertanyaannya sederhana. Apakah kita akan terus mengejar hasil yang cepat terlihat atau mulai memberikan perhatian lebih pada hal-hal yang benar-benar menentukan masa depan. Jika pendidikan terus berada di pinggiran, kita sedang mengambil risiko besar.
Tetapi, jika ia kembali ditempatkan di pusat perhatian, harapan untuk membangun generasi yang lebih baik tetap terbuka. Mudah dilihat dan dipahami banyak orang, bahwa kondisi kekinian (status quo) kebijakan yang diambil seperti pisau bermata dua. Lekas sembuh negeriku! (*)
*) Kurniawan Wahyu Pratama adalah pengamat Pendidikan Manifesto Ideas Institute.