Konten AI sering menggunakan pola kalimat yang mirip di setiap paragraf. Variasikan struktur kalimat agar tidak monoton. Itu penting. Demi meningkatkan kualitas dan keterbacaan artikel.
4. Tambahkan Opini atau Insight
ILUSTRASI DeepSeek, Deepfake, dan Deep-insight.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Artikel yang hanya berisi informasi umum lebih mudah terdeteksi sebagai AI. Tambahkan sudut pandang atau pengalaman agar lebih unik.
BACA JUGA:Cara Live TikTok di PC untuk Konten Kreator dan Penjual Online
BACA JUGA:Cara Mengenali Video Deepfake dan Konten AI yang Viral di Media Sosial 2026
Konten dengan nilai tambah biasanya lebih disukai Google. Mudah untuk lolos Google Search dan tanpa terdeteksi buatan AI.
5. Edit dan Humanisasi Tulisan
Lakukan editing ulang untuk membuat tulisan lebih natural. Gunakan gaya bahasa sederhana dan tidak terlalu formal. Proses itu dikenal sebagai “humanizing content” agar artikel terasa lebih hidup.
Mengetahui apakah artikel terkena AI Detection menjadi langkah penting bagi kreator di era digital. Dengan pengecekan dan perbaikan yang tepat, konten bisa tetap aman, berkualitas, dan mampu bersaing di Google. (*)
*) Mahasiswa magang dari Prodi Akidah dan Filsafat Islam, UINSA.