BACA JUGA:Update Perundingan Islamabad: Iran Adukan Sikap Mencla-Mencle AS ke Pakistan
Kebijakan WFH juga sering lahir dari keputusan organisasi yang lebih besar. Namun, cara merespons perubahan itu tetap berada di tangan pelaku industri.
Hotel yang mampu beradaptasi akan menemukan bentuk pasar baru. Sebaliknya, hotel yang hanya berharap keadaan kembali seperti dulu akan tertinggal oleh perubahan zaman.
Dalam konteks inilah, WFH dan krisis geopolitik harus dibaca bukan hanya sebagai ancaman, tetapi juga sebagai penanda bahwa industri perhotelan membutuhkan strategi baru yang lebih lentur, kreatif, dan berorientasi ke depan.
Surabaya adalah kota bisnis. Tetapi bahkan kota bisnis pun kini harus menerima kenyataan bahwa mobilitas kerja tidak lagi sama. Dunia sedang berubah. Cara orang bekerja berubah. Cara orang bepergian juga berubah. Dan hotel, suka atau tidak, harus ikut berubah.
*) Kepala Program Studi Kepariwisataan Universitas 45 Surabaya