GRESIK, HARIAN DISWAY – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani alias Gus Yani meminta Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak perubahan iklim, khususnya potensi kemarau panjang.
Hal itu disampaikan saat membuka Musyawarah Kerja PMI Kabupaten Gresik 2026 di Kantor Bupati Gresik, Kamis, 17 April 2026.
Kegiatan itu menjadi forum evaluasi kinerja tahun sebelumnya sekaligus perumusan program kerja ke depan.
BACA JUGA:Sinergi Proyek PSEL, Gus Yani Terima Kunjungan Pak Yes di TPA Ngipik Gresik
BACA JUGA:Gus Yani Banggakan Bandeng Kawak 19 Kg, Laku Rp50 Juta di Pasar Bandeng Gresik
“PMI harus mampu beradaptasi dengan kondisi saat ini, termasuk menghadapi perubahan iklim. Jika diprediksi terjadi kemarau panjang, maka kesiapsiagaan perlu ditingkatkan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Yani, penguatan koordinasi hingga tingkat kecamatan dan desa menjadi kunci agar distribusi bantuan, khususnya air bersih, bisa lebih cepat dan tepat sasaran.
Selain kesiapsiagaan bencana, ia juga menekankan pentingnya regenerasi relawan. Generasi muda, terutama Gen Z, didorong untuk terlibat aktif dalam kegiatan kemanusiaan.
BACA JUGA:Gus Yani Berangkatkan 750 Warga Mudik Gratis Gresik 2026, Layani 7 Rute di Jatim
BACA JUGA:Bupati Gresik Gus Yani Resmikan Landfill Mining di TPA Ngipik, Solusi Atasi Tumpukan Sampah 10 Tahun
“Kita perlu melibatkan anak-anak muda sebagai relawan. Ini juga menjadi bagian dari edukasi agar mereka lebih peduli terhadap isu kesehatan dan kemanusiaan,” tambahnya.
Sementara itu, PMI Gresik mencatat capaian positif sepanjang 2025. Kontingen Palang Merah Remaja (PMR) berhasil meraih delapan piala dalam ajang Jumpa Bakti Gembira (JUMBARA) tingkat Provinsi Jawa Timur.
Ketua PMI Gresik Achmad Nadlir menyebut daerahnya juga berpeluang menjadi tuan rumah JUMBARA Nasional.
“Kami mendapat informasi dari PMI pusat bahwa Gresik dinilai sangat layak menjadi lokasi penyelenggaraan JUMBARA Nasional berikutnya,” ujarnya.
Selain itu, PMI Gresik menargetkan pengumpulan 7.000 kantong darah sebagai bagian dari peningkatan layanan kemanusiaan kepada masyarakat. (*)