Yok Dolan Pos Bloc, Serunya Peserta Bernostalgia dengan Permainan Tradisional

Selasa 21-04-2026,14:00 WIB
Reporter : Tri Yoga Arya*
Editor : Guruh Dimas Nugraha

Saat lagu berhenti, peserta terakhir harus menyebut kategori dan huruf. Lalu permainan dilanjutkan. Hingga ada peserta yang tak bisa menjawab.

Permainan sederhana itu justru membuat orang dewasa terlihat tegang. Banyak yang panik. Apalagi "kotak pos" menuntut mereka berpikir cepat. Suasana pun pecah.

BACA JUGA:Kampoeng Dolanan Bersama SMK Islam Al-Amal Gelar Lomba Permainan Tradisional Ala Ninja Warrior

BACA JUGA:Kiprah Mustofa Sam, Bentuk Karakter Anak Bangsa dengan Permainan Tradisional

Adhika Prita, ibu rumah tangga. Dia datang bersama anak laki-lakinya. “Deg-degan waktu main 'kotak pos',” katanya. Anaknya pun diajak ikut bermain.

"Inner child saya berhamburan. Saya jadi seperti kembali ke masa kecil. Sekaligus ingin menunjukkan pada anak saya. Bahwa ada permainan semacam itu. Manfaatnya dapat melatih ketangkasan. Keakraban dengan sesama pemain. Jadi, jangan hanya bermain gawai," ujar perempuan 36 tahun itu sambil melirik putranya.  

Usai "kotak pos", peserta bermain lompat tali. Dua peserta memegang anyaman tali karet panjang. Awalnya, tali masih rendah. Namun, ketika tali semakin tinggi, momen lucu mulai bermunculan.

Ada yang melompat tapi tersangkut. Ada yang sampai jatuh terguling. Ada pula yang bergaya lompat harimau. Berekspresi dan melakukan gerakan layaknya macan mau menerkam.

BACA JUGA:Kampanye Sekolah Sehat, Iriana Jokowi dan Wury Ma'ruf Amin Coba Berbagai Permainan Tradisional

BACA JUGA:Seru! Kurangi Ketergantungan Anak Pada Gadget, Kemendikbudristek Gelar Festival Permainan Tradisional

Tingkah-tingkah itu membuat suasana makin hangat. Akrab. Padahal banyak di antara mereka baru saling kenal.

Rifki Novalita, ibu rumah tangga asal Surabaya, datang bersama dua anak perempuannya. Dia tampak antusias. “Rasa refreshing, ya. Kembali ke zaman bocah,” ujar Kiki, panggilan akrabnya. 

Azan Magrib terdengar. Peserta beristirahat sejenak. Ada yang menunaikan ibadah salat. Setelah itu, peserta dibagi menjadi 12 tim. Acak. Permainan di antara kelompok mereka dibuat paralel. 

Ada kelompok yang bermain gobak sodor. Engklek. Hingga board game. Seperti UNO dan truth or dare. Kelompok gobak sodor paling heboh.

BACA JUGA:Tiga Permainan Tradisional Nusantara yang Dikenal Mistis

BACA JUGA:Foto-Foto Keseruan Elingpiade 2023 di Pasuruan, 1000 Anak Mainkan Permainan Tradisional

Kategori :