Surabaya Jadi Percontohan Perlinsos Digital, Siapkan 12 Ribu Agen

Surabaya Jadi Percontohan Perlinsos Digital, Siapkan 12 Ribu Agen

Pemkot Surabaya bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia (RI) melakukan sosialisasi Perlindungan Sosial Digital Terintegrasi (Perlinsos Digital) kepada warga, Kamis, 4 Juni 2026.-Humas Pemkot Surabaya-

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Kota SURABAYA dipercaya menjadi salah satu dari 42 kabupaten/kota percontohan dalam pelaksanaan Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital yang digagas pemerintah pusat.

Penunjukan tersebut disambut serius oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan menyiapkan berbagai kebutuhan pendukung. Mulai dari penguatan infrastruktur digital, hingga ribuan agen pendamping yang akan membantu masyarakat mengakses layanan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya Eddy Christijanto menjelaskan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan sebagai tindak lanjut atas penunjukan Surabaya sebagai daerah percontohan program tersebut.

"Jadi dalam rangka mempersiapkan Surabaya sebagai percontohan (bersama) 42 kabupaten/kota, infrastruktur kita di Balai RW, mulai jaringan Wi-Fi, jaringan internet sudah kita perkuat," kata Eddy, Jumat, 5 Mei 2026.

Menurut Eddy, penguatan jaringan internet menjadi salah satu langkah penting agar layanan Perlinsos Digital dapat berjalan optimal.

BACA JUGA:Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Digital, Warga Boleh Tolak Bayar!

BACA JUGA:Lestarikan Bahasa Jawa, Surabaya Terima Penghargaan Nasional dari Kemendikdasmen

Saat ini, hampir seluruh wilayah RW di Surabaya sudah terjangkau jaringan internet yang memadai. Selain Balai RW, fasilitas serupa juga tersedia di kantor-kantor kelurahan yang nantinya akan menjadi pusat layanan bagi masyarakat.

"Insyaallah di setiap RW sudah ada jaringan internet. Termasuk di kantor-kantor kelurahan, karena mereka nanti agen itu selain menggunakan peralatan pribadi tentunya juga akan memanfaatkan fasilitas umum yang ada di Kota Surabaya," beber Eddy.


Pemerintah tengah menggodok sistem baru Perlinsos Digital yang telah dimutakhirkan, yakni DPI untuk memastikan penerimaan bansos pemerintah menjadi tepat sasaran.-Foto: Dimas/Disway.id-

Tak cuma menyiapkan sarana digital, Pemkot Surabaya juga membentuk jaringan pendamping yang jumlahnya mencapai lebih dari 12.000 orang.

Para agen tersebut berasal dari berbagai unsur, mulai ASN Pendamping Kampung Pancasila, ketua RT, ketua RW, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), hingga Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

"Pemerintah Kota Surabaya sudah menunjuk lebih dari 12.000 agen. Jadi mereka juga kita libatkan di dalam rangka menjadi agen," jelasnya.

Keberadaan agen pendamping dinilai sangat penting karena tidak semua warga memiliki kemampuan maupun fasilitas untuk mengakses layanan digital secara mandiri. Kelompok lanjut usia menjadi salah satu sasaran utama pendampingan. "Jadi banyak yang sepuh-sepuh (lanjut usia) itu enggak punya perangkat handphone," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: