Aksi Robot Operasi Lutut dan Balon Lambung Curi Perhatian dalam Launching Medical Tourism

Rabu 22-04-2026,08:39 WIB
Reporter : Ilmi Bening
Editor : Indria Pramuhapsari

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Medical Tourism di Halaman Balai Kota Surabaya pada Selasa, 21 April 2026, menjadi ajang unjuk teknologi rumah sakit-rumah sakit di Kota Pahlawan. Para tenant memperkenalkan layanan unggulan masing-masing. 

Tujuan Medical Tourism itu adalah supaya masyarakat Indonesia, khususnya warga Surabaya, tak perlu pergi jauh ke luar negeri untuk keperluan medis.

Rumah sakit-rumah sakit dalam ajang Medical Tourism itu memiliki tenaga profesional dan teknologi yang mumpuni. Itu artinya, kesehatan bisa menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

"Biaya berobat di sini bisa empat kali lipat lebih hemat dibandingkan berobat yang sama di luar negeri dengan kualitas yang sama atau bahkan lebih," ujar Tatik Dyah Wulandari, marketing RS Husada Utama. 

BACA JUGA:RS Unair Hadirkan Cathlab Berbasis Teknologi Virtual, Biaya Bisa Ditanggung BPJS Kesehatan!

BACA JUGA:RS Unair-ITS Kembangkan Aplikasi Pemantau Pasien Gagal Ginjal

Delapan rumah sakit memamerkan keunggulan mereka dalam Medical Tourism. Semuanya sudah terverifikasi Kementerian Kesehatan. 

Delapan rumah sakit itu adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo, RSUD Dr. Soewandhie, Rumah Sakit Universitas Airlangga (RS Unair), RS Universitas Surabaya (Ubaya), RS Husada Utama, RS Premier, RS Katolik St. Vincentius a Paulo (RKZ), dan RS Siloam.


WALI KOTA SURABAYA Eri Cahyadi meninjau pameran medical tourism di Halaman Balai Kota Surabaya pada Selasa, 21 April 2026. -Ilmi Bening-Harian Disway

"Kami ingin menunjukkan bahwa pengobatan cukup dilakukan di Surabaya saja. Saya yakin rumah sakit dan dokter-dokter di Surabaya itu luar biasa, hanya saja eksposnya yang masih kurang," ujar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau pameran.

RS Husada Utama memamerkan program bayi tabung, gastric balloon (balon lambung), total knee replacement, dan intervensi pain management

BACA JUGA:Terimbas Gempa, Konstruksi RS Unair Akan Dihitung Ulang

BACA JUGA:Wahjudi Gatot Pimpin Yayasan Abdihusada Utama, Gantikan Soeharsa

Bayi tabung banyak diminati oleh pasangan suami dan istri yang sedang merencanakan kehamilan. Misalnya, ingin anak laki-laki atau perempuan, membantu dalam memperbesar peluang kehamilan, serta pasangan yang mengalami gangguan kesehatan reproduksi.

"Bahkan, kami pernah menangani pasien India yang unik. Keduanya sama-sama sibuk dengan pekerjaan. Kadang suaminya tidak bisa terus-menerus mengantar karena dia juga bekerja. Padahal, program ini kan harus intens," tambah Tatik.

Kategori :