Puji Riyani, pemilik kios UD Berkah Azzam di Desa Mernekmengakui kehadiran IPubers membawa perubahan besar dalam operasional usahanyi. Sejak April 2026, proses pemesanan pupuk menjadi lebih praktis dan transparan.
BACA JUGA:Permintaan Global Meningkat, Wamentan Sudaryono: RI Siap Ekspor 1,5 Juta Ton Pupuk
BACA JUGA:Rahasia Menanam Cabai di Pot agar Berbuah Lebat Meski Tanpa Pupuk Kimia
“Sekarang pesan pupuk cukup lewat aplikasi IPubers. Kita bisa memantau status pemesanan sampai proses pengiriman,” jelasnyi.
Dia membandingkan kondisi sebelumnya. Pemesanan masih dilakukan secara manual melalui PUD atau pesan singkat tanpa adanya kepastian pelacakan distribusi.
Aplikasi ini juga memastikan pasokan pupuk lebih cepat dan tepat sasaran. Puji memastikan stok di kiosnyi selalu aman.
Dia diwajibkan menjaga ketersediaan minimal lima ton untuk memenuhi kebutuhan petani.
BACA JUGA:Inovasi Berbuah Emas, Pupuk Kaltim Dominasi PROPER untuk Kesembilan Kali
Kios miliknyi melayani sembilan kelompok tani dengan kebutuhan yang cukup besar. Meski demikian, pasokan dari Pupuk Indonesia selalu datang tepat waktu saat stok mulai menipis.
Di sisi lain, distribusi pupuk subsidi kini juga semakin tertib melalui sistem pendataan petani berbasis Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). P
roses verifikasi pun semakin mudah karena cukup menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) melalui aplikasi.
Dengan sistem yang semakin modern, transparan, dan terintegrasi, sektor pertanian diharapkan terus menunjukkan kinerja positif dan mampu menjaga ketahanan pangan nasional. (*)