Kecelakaan KA Bekasi Timur Ingatkan Tragedi Bintaro 1987: Sama-Sama Hari Senin

Rabu 29-04-2026,07:33 WIB
Oleh: Djono W. Oesman

Pukul 06.50, setelah komunikasi ditutup, Umriyadi justru memberangkatkan KA 220. Ia berasumsi bahwa persilangan KA 225 tetap dilakukan di Sudimara.

Begitu tahu KA 220 sudah berangkat dari Kebayoran, Djamhari panik. Ia tahu itu salah. Tergopoh-gopoh ia memerintahkan lansiran KA 225 dari jalur 3 ke jalur 1. 

Petugas harian stasiun mengambil bendera merah dan selompret untuk memberikan aba-aba lansiran tersebut. Namun, masinis Slamet tidak dapat melihat sinyal semboyan karena pandangannya terhalang penumpang yang berjubel di lokomotif. 

BACA JUGA:Prabowo Subianto Temui Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi

BACA JUGA:13 KA Jarak Jauh Dibatalkan Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi, Penumpang Dapat Refund Penuh

Pukul 06.52 KA 225 mulai melaju, tanpa perintah selompret. Itu sangat bahaya….

Petugas berusaha menghentikannya dengan selompret dan aba-aba tangan, tetapi sia-sia. Kondektur Adung Syafei yang sedang berada di luar mengejar KA, lalu meloncat masuk KA. Tapi, ia tidak memerintahkan kereta berhenti. Ia tidak tahu KA berangkat tanpa perintah selompret. Ia malah lanjut menagih karcis penumpang.

Akibatnya yang terjadi demikian:

Pukul 06.52 sampai 07.05 dua KA (225 dan 220) melaju dari dua arah berlawanan pada satu rel yang sama. KA 225 dari arah Kebayoran Lama. KA 220 dari arah Sudimara.

Kecepatan masing-masing dua KA tersebut antara 30 sampai 60 kilometer per jam. Kecepatan tertinggi pada sekitar delapan menit setelah meninggalkan stasiun.

Di kawasan Pondok Betung, rel berbentuk zig-zag seperti huruf S. Di situlah dua KA itu bakal bertemu.

Pihak PJKA (nama PT KAI waktu itu) mengalkulasi benturan antara dua KA demikian:

Momentum KA 220 (massa 287.800 kg × kecepatan 25 km/jam) menghasilkan momentum 1.998 ton meter/detik. 

Sementara itu, KA 225 (massa 285.000 kg × kecepatan 36,48 km/jam) menghasilkan momentum 2.888 ton meter/detik. 

Pukul 07.05 tabrakan dahsyat. Menggelegar. Warga di sekitar lokasi berhamburan keluar rumah, mengira terjadi gempa bumi. Para perempuan berteriak histeris menggendong anak-anak mereka.

Sementara itu, hasil adu banteng KA 220 vs 225 luar biasa ambyar.

Kategori :