SIDOARJO, HARIAN DISWAY - Kawasan bekas terdampak semburan lumpur Lapindo di Kecamatan Tanggulangin disulap menjadi arena lomba merpati balap.
Bupati Sidoarjo Subandi membuka ajang kompetisi yang diikuti ribuan peserta se-Jawa Timur hingga luar pulau itu, pada Jumat, 1 Mei 2026.
Lokasi lomba berada di Dusun Pologunting, Desa Gempolsari. Tepatnya, di sisi timur kawasan semburan. Kawasan itu merupakan tanah aset negara yang dikelola oleh Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS).
Yang kini terlihat menyerupai perbukitan dengan hamparan rerumputan hijau. Menciptakan lanskap yang apik difungsikan sebagai sentra wisata dan budaya.
Kompetisi merpati balap sprint dengan jarak tempuh 500 hingga 1.000 meter itu diikuti ribuan peserta. Selain dari Jawa Timur, sejumlah peserta juga berasal dari Jakarta dan Medan.
Turut dihadiri dalam even yaitu, Zahlul Yussar, anggota Komisi D DPRD Sidoarjo; drh. Tony Hartono, Kabid Produksi Peternakan dan Kesmavet, Dispaperta Sidoarjo; serta jajaran Forkopimka dan Pemdes setempat.
BACA JUGA:Hardiknas 2026: Kadindik Jatim Tekankan Sinergi Lintas Sektor demi Pemerataan
BACA JUGA:Prabowo Targetkan Bangun 1 Juta Rumah Layak Huni dan Fasilitas Daycare untuk Buruh
Ajang bertajuk lomba merpati balap Delta Cup Series 2026 itu sekaligus menjadi agenda Seleksi Daerah (Selekda) dan Liga Jatim Bersatu (LJB): menentukan enam juara yang akan mewakili provinsi di tingkat nasional.
Ketua PPMBSI Penglok Sidoarjo Sutoyo Handiman, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Menurutnya, rencana ketersediaan lahan permanen dan dukungan anggaran membuat komunitas merpati balap semakin solid.
"Even ini bukan sekadar silaturahmi. Tapi juga wadah pencarian atlet berprestasi. Kami yakin dampaknya akan menggerakkan ekonomi pelaku UMKM dan peternak lokal," ujar Sutoyo.
BACA JUGA:Aksi Spontan Prabowo di Hari Buruh: Turun ke Buruh, Peluk hingga Buka Baju
BACA JUGA:Setelah 22 Tahun Dinanti, Presiden Prabowo Sahkan UU PPRT: Kemenangan Besar bagi Buruh!
Sementara, Bupati Sidoarjo Subandi, menegaskan bahwa lomba merpati balap tersebut tak hanya hiburan. Tetapi, akan mampu menjadi ekosistem ekonomi yang melibatkan rantai peternak hingga pelaku UMKM.
Dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sidoarjo mencapai Rp5,2 triliun, pihaknya siap mengalokasikan hibah Rp1–2 miliar untuk mendukung kegiatan positif semacam itu.