Pada balapan sprint di Jerez, Fernandez mampu finis di posisi ke-13, menunjukkan performa yang cukup solid meskipun belum maksimal. Namun, pada balapan utama, ia mengalami kendala teknis pada sistem rem belakang yang membuatnya harus puas finis di posisi ke-20.
Hasil tersebut mencerminkan bahwa selain masalah performa, aspek keandalan juga masih menjadi tantangan bagi Yamaha dalam mengembangkan motor V4 mereka. Keandalan menjadi faktor penting untuk memastikan pembalap dapat menyelesaikan balapan dengan hasil yang optimal.
Fernandez dijadwalkan akan kembali tampil sebagai wildcard pada seri berikutnya di Barcelona, yang akan menjadi kesempatan lanjutan untuk menguji perkembangan motor. Setiap penampilan ini menjadi bagian penting dari proses pengembangan jangka panjang yang sedang dijalani Yamaha.
Di sisi lain, perubahan regulasi MotoGP yang akan berlaku mulai 2027 akan membatasi peran pembalap uji dalam tampil sebagai wildcard di balapan resmi. Hal ini membuat periode saat ini menjadi sangat penting bagi tim untuk memaksimalkan kesempatan pengujian adi kondisi balapan sesungguhnya.
Secara keseluruhan, Yamaha masih berada dalam fase transisi yang menantang dengan proyek motor V4 mereka. Meskipun terdapat kemajuan, perjalanan menuju performa kompetitif masih membutuhkan waktu, konsistensi, serta inovasi teknis yang berkelanjutan. (*)
*) Mahasiswa Magang Program Studi Sastra Indonesia Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Peserta DIP Batch 11.