Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal 1 2026

Selasa 05-05-2026,18:10 WIB
Reporter : Edi Susilo
Editor : Noor Arief Prasetyo

JAKARTA, HARIAN DISWAY- Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026, Selasa 5 Mei 2026. 

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tercatat mencapai 5,61 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy). Capaian itu lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di 2025. Di mana saat itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mencapai 4,87 persen.

Amalia menyebut, pertumbuhan ekonomi yang solid itu didukung oleh beberapa faktor. ”Salah satunya terkait tingkat konsumsi masyarakat yang masih terjaga,” katanya dalam siaran pers secara virtual, Selasa pagi di Jakarta. 

Konsumsi masyarakat masih menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan kontribusi mencapai 54,36 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan tertinggi dengan 2,94 persen. 

BACA JUGA:Dari Utang ke Usaha, Koperasi BPS Hadirkan Solusi Ringan untuk Perangkat Desa

BACA JUGA:BPS Catat Angka Kemiskinan Turun, Kemensos Perbaiki DTSEN biar Bansos Tepat Sasaran

Kenaikan itu didorong oleh beberapa momentum, kata Amalia. Di antaranya mobilitas penduduk pada momen libur nasional dan Hari Besar dan berbagai kebijakan pemerintah dalam pengendalian inflasi. Seperti stimulus diskon tiket transportasi, pemberian THR atau gaji ke-14, serta penetapan BI rate pada level 4,75 persen sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi.  

Selain konsumsi rumah tangga, Penanaman Modal Tetap Bruto (PMTB) juga menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi di triwulan pertama ini. BPS mencatat, PMTB tumbuh 5,96 persen dengan kontribusi terhadap PDB mencapai 28,29 persen.

Yang menarik, adalah poin soal sumbangan pertumbuhan ekonomi dari sektor konsumsi pemerintah. Yang tumbuh hingga 21,81 persen seiring meningkatnya realisasi belanja pegawai melalui pembayaran gaji ke-14 (THR) serta peningkatan belanja barang dan jasa terutama melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Meski mengalami pertumbuhan positif, Amalia mengatakan, kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi 0,77 persen secara triwulanan jika dibandingkan kuartal IV-2025. (*)

Kategori :