Pimpinan Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, Jateng, Kiai Ashari, 69, jadi tersangka pemerkosa santriwati di sana. Kuasa hukum korban, Ali Yusron, kepada pers, mengatakan bahwa korban sekitar 50 santriwati tsanawiyah. Ada yang hamil.
SANTRIWATI yang hamil akibat pemerkosaan Ashari, menurut Ali, dinikahkan paksa dengan santri di ponpes tersebut. ”Dipaksa sang kiai. Terpaksa mau, sebab rata-rata korban anak yatim yang mondok gratis di ponpes tersebut,” katanya.
Kok bisa? Bukankah pimpinan ponpes di Bandung, Herry Wirawan, yang terbukti di PN Bandung, 2022, pemerkosa 13 santriwati divonis hukuman mati dan kini menunggu eksekusi mati di depan regu tembak Polri?
Ali kepada wartawan, Rabu, 29 April 2026, menjelaskan, Ponpes Ndholo Kusumo di Kecamatan Tlogowungu, Pati, itu menjaring santri dan santriwati yang ortunya tidak mampu (miskin). Terutama anak-anak yatim. Mereka mondok gratis.
BACA JUGA:Penampakan Asyhari, Pendiri Ponpes Ndolo Kusumo Pati, Saat Ditangkap Polisi
BACA JUGA:Polisi Tangkap Kiai Ponpes Pati Tersangka Pelecehan Puluhan Santriwati, Sempat Kabur ke Wonogiri
Ali: ”Korban yang saya wakili baru seorang santriwati. Orang tuanya memberi saya kuasa hukum. Dari cerita klien, ada sekitar 50 santriwati korban pemerkosaan Pak Kiai. Selama bertahun-tahun. Semua korban kelas satu sampai tiga tsanawiyah.”
Ali tidak menyebutkan nama kliennya. Selain klien masih anak-anak, juga korban sangat takut kemungkinan balas dendam pihak pelaku. Selain seorang santriwati klien Ali, ada dua santriwati lainnya yang mengatakan ke Ali, siap menjadi saksi. Dua santriwati itu juga korban pemerkosaan kiai selama bertahun-tahun.
Modusnya, menurutnya, demikian: sang kiai di hadapan para santri dan santriwati menyatakan bahwa ia wali nabi. Maka, Ashari mengeklaim ia berhak atas semua perempuan, termasuk istri para pengikutnya, dengan dalih ajaran agama (pasti ini ajaran salah).
BACA JUGA:Dugaan Pelecehan di Ponpes Pati Terungkap, Warga dan GP Ansor Desak Penangkapan Pengasuh
BACA JUGA:Syekh Ahmad Al Misry Diduga Lecehkan Seks Anak-Anak Indonesia: Ia Terbang ke Mesir
Korban menyebutkan, praktik pelecehan dilakukan secara terang-terangan, di depan umum. Misalnya, ia mencium bagian tubuh seksual santriwati di depan umum.
Kok, aneh sekali?
Ali: ”Ada saksi yang siap bersaksi begitu. Itu terjadi karena para santri dan santriwati takut kepada sang kiai. Juga, para murid yang masih anak-anak itu punya fanatisme yang telah tertanam kuat.”
Modusnya, diceritakan Ali, demikian: ”Kronologi, awalnya Pak Kiai kirim WA ke santriwati pada jam 12 malam. Pak kiai minta ditemani tidur. Korban menolak. Tapi, diancam, kalau tidak menurut, santriwati akan dikeluarkan dari pondok”. Terpaksa santriwati menurut. Berkali-kali begitu.”