Secara defensif, kontribusinya juga sangat besar. Colwill menjadi pemain dengan jumlah sapuan terbanyak dalam pertandingan dengan enam clearances serta mencatat tiga intersep. Ia juga sukses memenangkan seluruh duel yang dijalaninya.
Performa impresif tersebut membantu Chelsea meredam lini serang Liverpool yang tampil kurang tajam.
BACA JUGA:Chelsea Gigit Jari! Francesco Farioli Tolak Mentah-mentah Tawaran Latih The Blues
BACA JUGA:Chelsea ke Final Piala FA, McFarlane Puji Mental Petarung Enzo Fernandez
Rating pemain Chelsea saat imbangi Liverpool soroti performa sibuk Moises Caicedo dan gol Enzo Fernandez, meski tim masih dihantui masalah pertahanan dan konsentrasi.-Peter Powell-Getty Images
Statistik menunjukkan Liverpool hanya mampu mencatat expected goals (xG) sebesar 0,51, yang menjadi catatan kandang terburuk mereka di Premier League sejak Maret 2021. Menariknya, lawannya saat itu juga Chelsea.
Chelsea sebenarnya sempat hampir mencuri kemenangan setelah Cole Palmer mencetak gol pada babak kedua. Namun gol tersebut dianulir VAR karena Marc Cucurella lebih dulu berada dalam posisi offside dalam proses serangan.
Calum McFarlane mengaku puas dengan respons timnya setelah kekalahan menyakitkan dari Nottingham Forest beberapa hari sebelumnya. Ia menilai para pemain menunjukkan karakter yang jauh lebih baik di Anfield.
BACA JUGA:Chelsea ke Final Piala FA, McFarlane Puji Mental Petarung Enzo Fernandez
BACA JUGA:Chelsea vs Leeds 1-0, The Blues Tantang Man City di Final FA Cup
"Aku senang dengan respons para pemain. Reaksinya sangat bagus dan saya memang yakin kami mampu menunjukkan itu," kata McFarlane.
Meski begitu, ia menegaskan Chelsea belum berada dalam kondisi ideal. Klub asal London tersebut kini tetap belum meraih kemenangan dalam tujuh pertandingan liga terakhir. Peluang lolos ke kompetisi Eropa pun semakin menipis.
"Klub ini harus memenangkan pertandingan dan hari ini kami belum melakukannya," ujar McFarlane. (*)