HARIAN DISWAY - Epic Games mulai mengeksplorasi penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau AI dalam proses pengembangan game seperti Fortnite.
Meski begitu, pihak pengembang menegaskan tujuan utama penggunaan AI. Bahwa kecerdasan buatan bukan untuk menggantikan pekerjaan manusia di industri game.
Senior External Development Manager Epic Games Stephanie Arnett, menyebut perusahaan saat ini tengah mencoba berbagai sistem AI. Guna membantu mendukung proses pengembangan game.
“Kami memahami ketakutan terbesar semua orang. Bahwa AI akan mengambil semua pekerjaan kami,” ujar Arnett dalam panel Gamescom Latam, dikutip GamesRadar.
BACA JUGA:Fortnite Hadirkan Fitur Baru, Pemain Kini Bisa Kendalikan Battle Bus
BACA JUGA:Daftar Skin Gratis Fortnite Februari 2026 dan Cara Klaimnya
Konser Travis Scott di Fortnite menjadi salah satu konser di dalam game yang tersukses. --Epic Game
Namun, dia memastikan tujuan penggunaan AI lebih kepada meningkatkan efisiensi kerja tim pengembang. “Itu bukan tujuan kami. Tujuannya adalah membuat kami bekerja lebih efisien,” katanya.
Arnett menjelaskan AI berpotensi membantu pengembang menyelesaikan beberapa pekerjaan dalam waktu lebih singkat. Itu lebih praktis dibanding metode konvensional.
Ia juga mengungkapkan bahwa eksperimen AI di Epic Games sejauh ini mencakup bidang seni dan visual game.
Pernyataan tersebut memicu reaksi beragam dari komunitas pemain Fortnite. Sebagian penggemar menolak penggunaan generative AI dalam proses pembuatan elemen seni di video game.
BACA JUGA:Fortnite Dirumorkan Akan Berkolaborasi Dengan Anime Chainsaw Man
BACA JUGA:Arc Raiders Disebut Bisa Saingi Fortnite, Ini Alasan Optimisme Shroud dan Keraguannya
Sebelumnya, Activision juga telah mengonfirmasi penggunaan aset berbasis AI generatif. Yakni dalam seri Call of Duty.
Epic Games sebelumnya bekerja sama dengan keluarga mendiang James Earl Jones untuk menghadirkan karakter Darth Vader berbasis AI di Fortnite. Karakter itu dapat berinteraksi langsung dengan pemain.