Bagi Coach Mbing, DBL bukan sekadar ajang tahunan yang ia isi untuk menggugurkan kewajiban. Ada alasan yang lebih dalam mengapa ia selalu kembali.
DBL adalah sumber data box score terluas yang bisa ia akses. Itu mencakup wilayah dari Aceh hingga seluruh provinsi di Indonesia. Tidak banyak kompetisi yang mampu menyediakan peta data selengkap itu.
Dan dari sana, ia menyimpan mimpi yang lebih besar. Yakni berkontribusi dalam memetakan kesenjangan kualitas basket antarprovinsi melalui data statistik yang terkumpul di DBL.
Sebuah pekerjaan rumah besar yang, jika terwujud, bisa menjadi fondasi pengembangan basket Indonesia yang lebih terukur dan berbasis bukti.
Di era basket modern, intuisi saja tidak cukup. Coach Mbing adalah salah satu dari sedikit orang di Indonesia yang memahami betul bagaimana data statistik bisa mengubah cara sebuah tim berlatih, bermain, dan berkembang.
Dan setiap tahun ia kembali ke DBL Camp. Untuk memastikan bahwa lebih banyak pelatih muda Indonesia mulai memahami bahasa angka yang bercerita tentang basket. (*)