WHO Pastikan Tidak Ada Kematian Baru akibat Hantavirus

Kamis 14-05-2026,09:15 WIB
Reporter : Mohamad Nur Khotib
Editor : Mohamad Nur Khotib

HARIAN DISWAY - World Health Organization atau WHO memastikan tidak ada tambahan kematian baru akibat wabah hantavirus yang terkait dengan kapal pesiar sejak 2 Mei 2026.

WHO juga menegaskan risiko kesehatan masyarakat global akibat wabah tersebut masih tergolong rendah.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan hingga 12 Mei 2026 tercatat total 11 kasus hantavirus telah dilaporkan kepada WHO.

BACA JUGA:Dosen FK Ubaya Ungkap Faktor Penyebaran Hantavirus dan Langkah Pencegahan

BACA JUGA:Wamenkes Dante Pastikan Hantavirus di Indonesia Tidak Sebabkan Pandemi

“WHO terus menilai risiko terhadap populasi global sebagai rendah,” kata Ghebreyesus melalui unggahan di akun media sosial X pada Rabu, 13 Mei 2026.

Delapan Kasus Hantavirus Terkonfirmasi Virus Andes

Menurut WHO, delapan dari total kasus tersebut telah terkonfirmasi secara laboratorium sebagai infeksi akibat virus Andes.

Virus Andes merupakan salah satu jenis hantavirus yang diketahui dapat menular antar manusia melalui kontak dekat berkepanjangan, terutama di ruang tertutup.

Sementara itu, satu kasus tambahan masih menjalani pengujian laboratorium lebih lanjut untuk memastikan jenis infeksinya.

BACA JUGA:Evakuasi Pasien Suspek Hantavirus Rampung: 120 Orang Diterbangkan Pulang, 30 Kru Kapal Berlayar ke Belanda

BACA JUGA:Satu Warga AS Positif Hantavirus di Kapal MV Hondius, Dievakuasi Dengan Unit Biocontainment

Hantavirus merupakan penyakit langka yang umumnya ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus atau melalui paparan kotoran dan urine hewan yang terinfeksi.

Namun, berbeda dengan sebagian besar jenis hantavirus lain, virus Andes memiliki kemampuan penularan antar manusia meski kasusnya relatif jarang terjadi.

Kasus hantavirus sebelumnya menjadi perhatian dunia setelah wabah terkait kapal pesiar dilaporkan menyebabkan sejumlah korban jiwa.

WHO Terus Pantau Penumpang dan Kru Kapal

Tedros menyebut WHO masih terus menjalin koordinasi dengan para ahli dari berbagai negara yang terlibat dalam penanganan wabah tersebut.

Kategori :