Ratusan warga Gresik yang tergabung dalam diaspora Jabodetabek memadati Anjungan Jawa Timur di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu, 3 Mei 2026. Di tengah suasana halal bihalal dan festival budaya itu, Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir menegaskan pentingnya peran diaspora dalam mendukung pembangunan daerah menuju visi Gresik Emas.
FESTIVAL Budaya Gresik dan Halal Bihalal Diaspora Gresik Jabodetabek itu mengangkat tema “Gresik Nyawiji: Sinergi Perantau Berdaya, Melestarikan Tradisi dan Budaya Daerah di Kancah Nasional”. Sekitar 700 peserta hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai latar belakang. Mulai tokoh nasional, anggota legislatif, pejabat pemerintah, ulama, akademisi, pengusaha, budayawan, mahasiswa, hingga komunitas diaspora Gresik.
Bagi Syahrul, forum tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi tahunan. Dia melihat kegiatan itu sebagai ruang konsolidasi gagasan di tengah tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks.
Karena itu, dia mengapresiasi inisiatif menghidupkan kembali festival yang sempat vakum sejak pandemi Covid-19. Menurut dia, kebangkitan forum diaspora menjadi momentum penting untuk memperkuat keterlibatan warga Gresik di perantauan terhadap daerah asalnya.
BACA JUGA:DPRD Gresik Dorong Pesantren Melek Teknologi Hadapi Era Digital: Cara Dakwah Harus Melek Digital
“Alhamdulillah, melalui kegiatan ini kita bisa kembali bernostalgia sekaligus menikmati kekayaan kuliner dan budaya khas Gresik di ibu kota,” ujar Syahrul dalam sambutannya.
Dia juga menyampaikan salam dari Bupati Gresik yang tidak dapat hadir karena agenda pemberangkatan jemaah haji. Meski demikian, Syahrul menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap menaruh perhatian besar terhadap kekuatan diaspora Gresik di berbagai daerah.
Menurut dia, diaspora memiliki posisi strategis karena banyak di antaranya bergerak di bidang pendidikan, pemerintahan, usaha, hingga dunia profesional. Jaringan dan pengalaman yang dimiliki para perantau itu dinilai dapat menjadi modal penting bagi percepatan pembangunan daerah.
Karena itu, Syahrul meminta warga Gresik di Jabodetabek tidak hanya menjaga hubungan emosional dengan tanah kelahiran. Dia berharap diaspora juga ikut memberikan gagasan dan kontribusi nyata.
FOTO BERSAMA para tokoh dan diaspora Gresik di Jakarta, 3 Mei 2026.-DPRD Gresik untuk Harian DIsway-
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik, kami memohon masukan dari Bapak dan Ibu sekalian. Sinergi diaspora sangat dibutuhkan untuk membantu percepatan pembangunan daerah,” katanya.
Menurut Syahrul, pembangunan daerah saat ini membutuhkan kolaborasi yang lebih luas. Terlebih di tengah upaya efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah. Kondisi itu membuat keterlibatan berbagai elemen masyarakat menjadi semakin penting.
Dia menilai diaspora dapat menjadi kekuatan tambahan dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, ekonomi, hingga kebudayaan. Karena itu, forum seperti Festival Budaya Gresik harus dijaga keberlanjutannya.
Syahrul juga menaruh perhatian pada pelestarian identitas budaya Gresik di tengah kehidupan urban masyarakat perantauan. Dia meminta warga Gresik tetap menjadi representasi budaya daerah di tingkat nasional.