HARIAN DISWAY - Dari 135 campers yang memenuhi DBL Academy Jakarta di Kopi Good Day DBL Camp 2026, mungkin tidak ada yang menempuh perjalanan sepanjang Christopher Adrian Yawe.
Pemain andalan SMA John 23 Merauke ini harus naik pesawat selama enam jam dengan dua kali transit. Jayapura, lalu Makassar, sebelum akhirnya mendarat di Jakarta. Sendirian. Tanpa teman seperjalanan. Membawa nama Merauke di punggungnya.
Bagi Ian (sapaan akrabnya) perjuangan itu bukan sekadar perjalanan menuju sebuah kamp basket. Ini adalah pertama kalinya ia menginjakkan kaki di ibu kota.
Kesannya? Campur aduk. "Positifnya Jakarta itu sudah mulai canggih, jalan tolnya pakai karcis (elektronik). Tapi sisi negatifnya, macet sekali," candanya setelah merasakan langsung padatnya lalu lintas menuju DBL Academy Jakarta.
BACA JUGA:Bersinar di DBL Camp 2026, Cedera ACL Tak Hentikan Cathleen Richelle
BACA JUGA:Miracle Christiano Bawa Pengalaman Timnas U16 ke DBL Camp 2026
Lelah akibat perjalanan panjang masih menempel di tubuhnya ketika ia tiba. Namun, yang lebih menguras mentalnya adalah pemandangan pertama saat melihat para campers lain.
Tubuh-tubuh berisi, postur tinggi besar, wajah-wajah yang sudah terbiasa dengan kompetisi nasional. "Sempat nervous, karena mereka badannya berisi-berisi. Tapi saya harus siap buat besok," tegas Ian.
Ada dua benda yang menemani Ian sepanjang perjalanan ini. Yang pertama adalah deker dan taping untuk ankle-nya yang cedera dua minggu sebelum keberangkatan. Yang kedua, dan yang paling ia jaga adalah Alkitab.
"Barang kesayangan cuma Alkitab saja. Semenjak mau berangkat kemarin, saya mulai rutin baca lagi," jelas Ian.
BACA JUGA:Intercity Evergreen 2026 Ramaikan Jakarta, DBL Academy Jadi Lokasi Reuni Basket Veteran
BACA JUGA:DBL Camp 2026 Terapkan Yo-Yo Test, Fisik Pebasket Pelajar Kini Diukur Lewat Data
Saat menjalani tes vertical jump di hari pertama, ankle-nya masih terasa nyeri saat mendarat. Tapi Ian tidak mundur. "Tadi waktu tes lompatan (vertical jump), ankle masih terasa nyeri sedikit saat mendarat, tapi saya sudah siapkan deker dan taping," imbuhnya.
Pesan orang tuanya sebelum berangkat terus bergema dalam kepalanya. Terutama ketika ia berhadapan dengan lawan-lawan yang secara fisik jauh lebih besar.
Christopher Adrian Yame (tengah) membawa nama SMA John 23 Merauke di DBL Camp 2026.-Media DBL Indonesia-