HARIAN DISWAY - Isu Hantavirus masih menjadi perhatian. Penyakit yang ditularkan melalui tikus itu mendorong munculnya gerakan massal.
Di berbagai daerah, masyarakat mulai bekerja bersama-sama untuk memilah sampah dan membasmi tikus.
Fenomena itu muncul dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan lingkungan. Selama ini, masalah itu kerap dianggap sepele.
Anda sudah tahu, Hantavirus merupakan penyakit zoonosis. Penularannya berkaitan erat dengan keberadaan tikus di lingkungan manusia.
BACA JUGA:Enam Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus Dipulangkan ke Australia
BACA JUGA:Wamenkes Dante Pastikan Hantavirus di Indonesia Tidak Sebabkan Pandemi
Mencegah tikus masuk ke rumah adalah cara ampuh mencegah Hantavirus yang mulai mengintai masyarakat.--freepik
Tikus sering ditemukan di area permukiman padat. Terutama di tempat yang pengelolaan sampahnya kurang optimal. Situasi itulah yang membuat gerakan kebersihan menjadi semakin relevan dan mendesak.
Kesadaran itu pun muncul seiring meningkatnya edukasi kesehatan lingkungan. Kampanye banyak dilakukan. Baik melalui media sosial, sekolah, hingga kegiatan komunitas.
Semua itu membuat masyarakat semakin paham. Bahwa sanitasi rumah tangga berkaitan langsung dengan risiko penyakit menular.
Sebelumnya, kebersihan rumah menurut sebagian orang dianggap sebagai urusan estetika saja. Tapi kini, masyarakat sudah memandangnya sebagai kebutuhan kesehatan.
BACA JUGA:DPR Ingatkan Pemerintah Jangan Remehkan Ancaman Hantavirus
Soal kebersihan rumah tidak bisa diremehkan lagi. Gerakan pilah sampah menjadi langkah awal yang sangat penting untuk dilakukan.
Sebab, sampah yang menumpuk menjadi sumber makanan tikus. Sekaligus tempat mereka berkembang biak.