Thucydides memahami sesuatu yang tetap relevan lebih dari dua ribu tahun kemudian: negara besar jarang rela kehilangan dominasi dengan tenang. Mereka cenderung membendung, mencurigai, bahkan menyeret dunia ke konflik demi mempertahankan posisi hegemoniknya.
Sparta takut terhadap Athena. Inggris pernah takut terhadap Jerman. Amerika takut terhadap Uni Soviet. Dan hari ini, Amerika mulai takut terhadap Tiongkok.
Mungkin itulah sebabnya Xi Jinping terus mengulang istilah Thucydides Trap. Tidak semata untuk mengutip sejarah, tetapi untuk memperingatkan dunia bahwa ketakutan hegemon lama sering kali lebih berbahaya daripada ambisi kekuatan baru.
Dan, mungkin pertanyaan terbesar abad ke-21 bukan lagi apakah Tiongkok akan bangkit.
Melainkan apakah Amerika cukup siap menerima bahwa dunia tidak lagi hanya berputar di sekelilingnya. (*)