Drama Internal Real Madrid, Mbappe dan Vinicius Dikabarkan Berseteru

Rabu 20-05-2026,18:20 WIB
Reporter : Raden Josaphat Bhismantaka
Editor : Salman Muhiddin

BACA JUGA:Jose Mourinho Pulang ke Real Madrid, Wesley Franca Masuk Daftar Buruan

Mbappe Merasa Sendirian di Ruang Ganti Madrid

Di tengah berbagai isu yang muncul, Mbappe juga disebut mulai kehilangan dukungan di ruang ganti Real Madrid. 

Tidak seperti beberapa pemain senior lain yang memiliki kelompok dekat di dalam tim, Mbappe justru memilih menjaga jarak dan menghindari terbentuknya kubu-kubu tertentu.

Sayangnya, keputusan tersebut justru berdampak buruk bagi dirinya. Saat kritik mulai berdatangan, hampir tidak ada rekan setim yang secara terbuka memberikan pembelaan kepada sang striker. 

Kondisi itu membuat Mbappe merasa terisolasi di salah satu periode paling sulit sejak bergabung dengan Real Madrid.

Situasi internal klub yang sedang tidak stabil juga memperburuk keadaan. Rumor pergantian pelatih hingga ketegangan antarpemain membuat atmosfer di Santiago Bernabeu semakin panas. 


Kylian Mbappe alami cedera hamstring kiri saat laga kontra Real Betis, memicu kekhawatiran Real Madrid dan Timnas Prancis jelang El Clasico serta Piala Dunia 2026.--Getty Images

Di tengah konflik tersebut, satu-satunya sosok yang masih menjadi pendukung kuat Mbappe disebut hanyalah presiden klub, Florentino Perez.

Perez dikabarkan tetap percaya penuh kepada Mbappe dan masih menganggapnya sebagai pusat proyek besar Real Madrid di masa depan.

Namun dukungan sang presiden diyakini belum tentu cukup untuk meredakan konflik internal apabila hubungan Mbappe dan Vinicius terus memburuk.

BACA JUGA:Vinicius Akui Tak Cocok dengan Xabi Alonso, Bela Hubungan dengan Mbappe

BACA JUGA:Bayern vs Real Madrid: Bellingham Jujur, Mbappe-Vinicius Belum Sepenuhnya Klik

Sementara itu, rumor kembalinya Jose Mourinho ke Real Madrid semakin santer terdengar. Mourinho disebut berpotensi menggantikan Arbeloa sekaligus melakukan perubahan besar dalam skuad, termasuk membenahi lini pertahanan. 

Namun tantangan terbesar Mourinho kemungkinan bukan hanya soal taktik, melainkan bagaimana mengendalikan ego para bintang besar di ruang ganti Madrid agar konflik internal tidak semakin merusak tim. (*)

 

Kategori :