Pohon Terakhir

Minggu 24-05-2026,20:05 WIB
Oleh: Suryanto*

Karena itu, video tersebut jangan berhenti menjadi tontonan kesedihan. Pemerintah perlu memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Bila benar ada satwa yang terancam dalam proses pembukaan lahan, prosedur perlindungan satwa dan pengawasan lingkungan harus dievaluasi secara terbuka. Pembangunan tidak kehilangan wibawa karena dikritik. Ia justru kehilangan martabat ketika menganggap penderitaan makhluk lain tidak penting. 

Mungkin itu hanya seekor kuskus. Mungkin hanya satu pohon.

Namun watak manusia sering terlihat bukan ketika ia sedang membangun sesuatu yang besar, melainkan ketika ia berhadapan dengan makhluk kecil yang tidak dapat melawan. Dari dahan terakhir itu, seolah ada pertanyaan yang jatuh ke bumi: setelah rumah saya roboh, kemajuan ini sebenarnya sedang dibangun untuk siapa?

 

*) Guru Besar Psikologi Sosial Universitas Airlangga dan Saat ini Rektor Universitas 45 Surabaya Periode 2025-2029.

Kategori :