DPRD Gresik mendorong percepatan pemasangan penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah ruas jalan kabupaten. Kebutuhan sekitar 3.000 titik PJU dinilai mendesak untuk meningkatkan keamanan warga sekaligus mempercantik wajah kota dan kawasan desa.
WAKIL Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan mengatakan, wilayah selatan menjadi kawasan yang paling membutuhkan tambahan penerangan jalan.
“Yang paling mendesak di wilayah selatan. Jalan kabupaten yang menghubungkan Menganti dengan Kedamean, mulai Beton sampai Cerme di Kedamean itu rawan,” ujarnya.
Selain itu, kebutuhan PJU juga tinggi di ruas Kedamean–Benjeng, Kedamean–Wringinanom, Driyorejo, hingga kawasan perbatasan Menganti dan Benjeng. Wilayah utara seperti Dukun, Panceng, Ujungpangkah hingga perbatasan Sedayu juga dinilai masih minim penerangan jalan.
BACA JUGA:Viral Video Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir Diklarifikasi, FPKB Ajak Publik Tidak Mudah Diadu Domba
BACA JUGA:Atasi Banjir, DPRD Gresik Perkuat Perda Sampah Plastik dan Soroti Perilaku Buang Sampah Sembarangan
Menurut Mujid, prioritas utama saat ini adalah jalan kabupaten yang menjadi jalur aktivitas masyarakat. Namun, kebutuhan ribuan titik PJU tidak mungkin dipenuhi hanya mengandalkan APBD.
Karena itu, DPRD meminta Pemkab Gresik aktif menjemput program bantuan pusat, terutama program lampu tenaga surya atau PJU berbasis pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). “Sehingga kebutuhan 3.000 titik itu bisa sharing antara APBN dan APBD,” katanya.
Ia menyebut, sejumlah ruas jalan di Gresik sebelumnya sudah mendapat bantuan PJU tenaga surya dari program APBN melalui DPR RI. Skema itu dinilai bisa mempercepat pemerataan penerangan jalan di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Mujid mengakui, target pemasangan PJU tahun 2026 tidak bisa maksimal karena adanya kebijakan efisiensi belanja pemerintah. Pemotongan anggaran berdampak pada berbagai sektor, termasuk kegiatan non-prioritas dan perjalanan dinas.
ANAK-ANAK MELINTAS di Jalan Kyai H. Zubair, Gresik.-Moch Sahirol Layeli-
“Ada surat efisiensi lagi 50 persen. Jadi memang terdampak semua. Makanya kami mendorong jemput bola program PLTS tadi,” ujarnya.
Menurut dia, percepatan pemasangan PJU sangat penting karena berkaitan langsung dengan keselamatan warga. Banyak titik jalan gelap yang rawan kecelakaan maupun tindak kriminalitas. “Kalau PJU mati atau belum ada, rawan kecelakaan dan rawan kejahatan,” tegasnya.
Ia mencontohkan aktivitas masyarakat di wilayah selatan yang berlangsung hingga dini hari. Banyak warga bekerja sif malam di kawasan industri. Sebagian lainnya beraktivitas di pasar tradisional sejak tengah malam. “Jam 12 malam masyarakat sudah berangkat ke pasar. Ada yang jual sayur, ikan, kebutuhan pokok. Jadi PJU ini sangat urgent,” katanya.
Ruas jalan Beton–Cerme menuju Menganti menjadi salah satu titik yang paling sering dikeluhkan warga. Jalur itu menjadi akses masyarakat Kedamean menuju pasar maupun kawasan industri. Namun, sebagian ruas masih gelap.