DPRD Gresik Kuatkan Sinergi Angkat Industri Kecil Menengah Logam: Dorong Industri Kecil Naik Kelas
WAKIL Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan dan Wakil Ketua II DPRD Gresik Wongso Negoro bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan peninjauan jenis logam di Sentra IKM.-DISKOMINFO GRESIK-
Pelaku industri logam rumahan di Kecamatan Menganti selama ini terus menunjukkan geliat perkembangan dengan dukungan mesin dan peralatan yang masih sederhana. Meski demikian, produk-produk mereka telah mampu menembus pasar di luar Pulau Jawa.
KINI, Pemerintah Kabupaten Gresik menghadirkan fasilitas bersama senilai Rp9,067 miliar sebagai upaya memperkuat daya saing pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Sentra IKM Logam di Desa Hulaan tidak hanya menjadi etalase produk, tetapi juga berfungsi sebagai pusat produksi bersama, pelatihan, hingga tempat magang bagi siswa SMK.
Industri logam di Kecamatan Menganti sejatinya telah lama berkembang. Di Desa Pelemwatu dan Desa Laban, sejumlah usaha rumahan secara konsisten memproduksi berbagai kebutuhan sektor pertanian, konstruksi, hingga peralatan industri.
Seiring meningkatnya permintaan pasar, kapasitas produksi para pelaku usaha masih menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa mesin berukuran besar maupun berteknologi khusus masih membutuhkan investasi yang cukup tinggi sehingga belum dapat dimiliki secara mandiri oleh sebagian besar pelaku usaha.
BACA JUGA:DPRD Gresik Sosialisasi Perda Kesehatan Masyarakat, Sikapi Meningkatnya Kasus HIV/AIDS
BACA JUGA:DPRD Gresik Dorong Penguatan Pendapatan Asli Daerah: Gagas Sinergi Seluruh Potensi Daerah
Kebutuhan tersebut dijawab Pemerintah Kabupaten Gresik melalui pembangunan Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Logam di Desa Hulaan. Fasilitas yang dibangun menggunakan APBD Tahun 2025 sebesar Rp9,067 miliar itu resmi diresmikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 21 Juli 2026.
Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan menilai keberadaan sentra tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat industri logam rumahan di wilayah Gresik Selatan. Terlebih, produk-produk yang dihasilkan para pelaku IKM selama ini dinilai telah memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan produk pabrikan.
“Di Kecamatan Menganti terdapat banyak IKM logam, terutama di Desa Pelemwatu dan Laban. Produknya tidak kalah dengan hasil pabrikan dan sudah memiliki pasar yang luas,” ujar Mujid.
Produk yang dihasilkan pun cukup beragam, mulai dari alat pertanian, pagar besi, mesin pencacah pakan ternak, molen pengaduk semen, hingga berbagai peralatan konstruksi dan kebutuhan industri lainnya.

WAKIL Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan dan Wakil Ketua II DPRD Gresik Wongso Negoro mendampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat peresmian Sentra IKM.-DISKOMINFO GRESIK-
Menurut Mujid, keberadaan sentra tersebut bukan untuk memindahkan aktivitas produksi dari rumah-rumah pelaku usaha. Masing-masing IKM tetap menjalankan kegiatan produksinya di lokasi masing-masing. Sentra Hulaan justru dihadirkan sebagai ruang bersama untuk promosi, pemasaran, pelatihan, sekaligus peningkatan keterampilan para pelaku usaha.
Lebih dari itu, sentra tersebut juga dilengkapi sejumlah mesin bantuan pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Berbagai peralatan itu dapat dimanfaatkan secara bersama sehingga pelaku IKM tidak perlu menanggung sendiri investasi mesin yang nilainya relatif tinggi.
“Dengan adanya sentra ini, pemerintah telah menyediakan wadah bagi pelaku usaha kecil untuk memasarkan produknya. Tinggal bagaimana para pelaku IKM terus meningkatkan kualitas dan daya saing produknya,” kata Mujid.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: