Ada satu lagi yang mengganjal pikiran saya.
Bonus demografi. Kita sering menyebutnya sebagai peluang emas. 2030 disebut-sebut sebagai puncaknya. Tapi peluang itu bisa menjadi bencana jika tidak dikelola. Generasi muda yang banyak, tanpa lapangan kerja, tanpa keahlian, tanpa semangat wirausaha itu bukan aset. Itu bom waktu.
HIPMI ada tepat di titik kritis itu.
Ketua umum yang terpilih nanti akan memimpin organisasi ini di masa paling menentukan dalam sejarah ekonomi Indonesia. Bukan masa yang mudah. Tapi justru karena tidak mudah, ia menjadi sangat bermakna. Pemimpin yang lahir dari Munas ini harus lebih dari sekadar figur organisasi, ia harus menjadi lokomotif, penggerak, dan jembatan antara semangat anak muda dan kebutuhan nyata bangsa.
Maka tak ada ruang untuk pemimpin yang lahir dari perpecahan. Tak ada tempat untuk ketua umum yang menang dengan cara melukai. Karena luka di dalam tubuh HIPMI akan melemahkan justru di saat bangsa ini paling butuh HIPMI yang kuat.
Ini yang perlu kita jaga bersama.
Persahabatan di HIPMI tidak boleh berakhir di ruang sidang. Persaudaraan tidak boleh putus di meja pemilihan. Yang kita bangun di sini bukan sekadar jaringan kepentingan, melainkan jaringan kepercayaan. Itu jauh lebih berharga.
Hari ini kita boleh berbeda pilihan.
Tapi besok dan seterusnya kita harus tetap bisa duduk semeja. Menatap arah yang sama. Bekerja untuk tujuan yang jauh lebih besar dari diri kita masing-masing.
Jangan sampai Munas ini melampaui batas kepatutan. Jangan sampai perbedaan berubah menjadi luka. Tidak ada kemenangan yang pantas dirayakan jika dibayar dengan retaknya persaudaraan.
Tidak ada.
Yang akan dikenang bukan hanya siapa yang menang.
Yang akan dikenang adalah bagaimana kita saling menjaga.
HIPMI adalah rumah kita bersama. Bukan milik satu kubu. Bukan milik satu calon. Ia milik semua yang menang maupun yang kalah, yang bertanding maupun yang mendukung.
Maka mari jaga satu hal sederhana ini.
Bertanding untuk bersanding. Setelah semua usai, kita kembali sebagai kawan, bahkan sebagai saudara untuk selamanya.