Jatim Kejar Target Produksi Susu Melalui Kemitraan Inti Plasma dan Impor Sapi Perah

Selasa 02-06-2026,12:16 WIB
Reporter : Edi Susilo
Editor : Taufiqur Rahman

SURABAYA, HARIAN DISWAY – Pemprov Jatim kembali menambah jumlah sapi perah tahun ini guna mendongkrak produksi susu nasional.  

Saat ini, Jatim menyumbang sekitar 60 persen dari total populasi sapi perah di Indonesia. Meski mendominasi, pasokan fresh milk (susu segar) domestik masih harus digenjot demi memenuhi lonjakan kebutuhan pasar dan mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jatim Indyah Aryani mengungkapkan, populasi sapi perah di Jatim saat ini mencapai kisaran 300.000 ekor dari total populasi nasional yang berada di angka 500.000 ekor. Dominasi populasi itu otomatis menempatkan Jatim sebagai produsen susu terbesar di Indonesia.

"Produksi susu segar kita saat ini berkisar antara 1.300 hingga 1.400 ton per hari. Sementara kebutuhan Industri Pengolahan Susu (IPS) mencapai 2.000 ton per hari. Jadi, kita memang masih mengalami kekurangan pasokan," ujar Indyah di Gedung Negara Grahadi Selasa 2 Juni 2026.

BACA JUGA:Kurangi Impor Susu, Khofifah Tinjau Peternakan Sapi Perah Terpadu di Nongkojajar

BACA JUGA:Jatim Masih Butuh 50 Ribu Sapi Perah Untuk Cukupi Kebutuhan Produksi Susu

Menurut Indyah, tantangan ke depan semakin besar seiring bergesernya pola konsumsi masyarakat yang kian sadar akan pentingnya protein hewani. Jika dulu susu dan telur hanya dikonsumsi pada momen tertentu seperti kenduri, kini kedua komoditas tersebut sudah menjadi konsumsi harian.

Kebutuhan ini dipastikan melonjak tajam dengan adanya implementasi program MBG dari pemerintah pusat.

Untuk mengejar defisit produksi tersebut, Pemprov Jatim berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian dan sektor swasta (private sector) guna mendatangkan sapi perah impor. Langkah strategis ini diambil karena pengembangan sektor peternakan tidak bisa hanya bertumpu pada anggaran pemerintah.

BACA JUGA:Sapi Kurban Prabowo dan Khofifah Jadi Magnet Iduladha di Masjid Al Akbar, Lokal Unggulan vs Ras Otot Ganda

BACA JUGA:PWNU Jatim Sembelih 7 Ekor Sapi Kurban, Termasuk Milik Khofifah dan Menag Nasaruddin Umar

"Tahun lalu, PT Greenfields telah mengimpor 1.200 ekor sapi, disusul PT Rojokoyo di Banyuwangi sekitar 700 ekor. Tahun ini, direncanakan akan ada impor lagi dari Australia kurang lebih sebanyak 1.500 ekor," urai Indyah.

Komoditas sapi impor tersebut nantinya tidak hanya dikelola oleh korporasi, melainkan diintegrasikan dengan peternak lokal melalui skema kemitraan.

"Konsepnya dipelihara oleh peternak kita dengan sistem inti plasma. Jadi ada gandengan tangan dan transfer pengetahuan antara perusahaan besar dan peternak rakyat. Ini komitmen kami untuk menaikkan populasi sekaligus menyejahterakan peternak di Jawa Timur," pungkasnya.(*)

Kategori :