BACA JUGA:Kucing Stres Gara-Gara Hujan Terus? Kenalkan pada Catnip dan Silvervine!
4. Penyakit Jantung
Penyakit jantung menjadi salah satu kondisi yang paling sulit dideteksi pada kucing. Berbeda dengan anjing yang umumnya menunjukkan suara bising jantung atau murmur. Itu mudah didengar melalui stetoskop.
Sekitar setengah dari kucing yang mengalami penyakit jantung justru tidak menunjukkan tanda tersebut. Mereka seperti baik-baik saja.
Tapi gejala yang mungkin muncul meliputi detak jantung tidak normal, napas cepat, kesulitan bernapas, gusi berwarna kebiruan, pingsan, hingga kelumpuhan mendadak pada kaki belakang.
Semua itu diakibatkan gangguan sirkulasi darah. Dalam kasus yang lebih parah, penyakit jantung bahkan dapat menyebabkan kematian mendadak.
BACA JUGA:Apakah Memelihara Kucing Bisa Mengurangi Rasa Stres? Ini Fakta Ilmiahnya
BACA JUGA:5 Hal Penting yang Perlu Anda Pertimbangkan sebelum Merawat Kucing di Rumah
Diagnosis biasanya dilakukan melalui pemeriksaan fisik, foto rontgen dada, tes darah khusus, dan ekokardiografi atau USG jantung.
Sayangnya, sebagian besar terapi hanya bertujuan memperlambat perkembangan penyakit. Bukan menyembuhkannya secara total.
5. Kanker
Seiring meningkatnya usia harapan hidup kucing, kasus kanker juga semakin banyak ditemukan. Salah satu jenis kanker yang paling sering menyerang kucing adalah kanker saluran pencernaan. Terutama limfosarkoma.
Gejala yang dapat muncul meliputi penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan, muntah, diare, perut membesar, kesulitan bernapas, demam, tubuh lemas, serta kecenderungan untuk bersembunyi.
LIMA PENYAKIT yang dikenal sebagai pembunuh senyap mengintai kucing. Maka, jangan abaikan gejala-gejala yang terlihat.-Raafa Aabdar-Pinterest
BACA JUGA:Kegemaran Memelihara Anjing atau Kucing Bisa Mengungkap Sisi Psikologis Pemeliharanya
BACA JUGA:5 Fakta Seru tentang Kucing yang Jarang Diketahui
Karena prognosis kanker umumnya kurang baik, deteksi dan penanganan sejak dini menjadi faktor yang sangat penting. Demi meningkatkan kualitas hidup kucing.