Kurs Rupiah Hari Ini Anjlok ke Rp18.013 per Dolar AS, Terlemah dalam Sejarah!

Kamis 04-06-2026,09:31 WIB
Reporter : Mohamad Nur Khotib
Editor : Mohamad Nur Khotib

JAKARTA, HARIAN DISWAY – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) kembali mengalami tekanan hebat. Berdasarkan pantauan pada Kamis, 4 Juni 2026, pukul 09.24 WIB, kurs rupiah telah menembus level Rp18.013 per dolar AS.

Angka tersebut menjadi salah satu level terlemah rupiah dalam sejarah sekaligus menandai jebolnya batas psikologis Rp18.000 per dolar AS yang selama beberapa pekan terakhir menjadi perhatian pelaku pasar.

BACA JUGA:Kurs Rupiah Hari Ini Tembus Rp17.916 per Dolar AS, Makin Dekati Level Rp18.000!

BACA JUGA:Rupiah Terus Melemah, Ekonom Sebut Investor Bingung Koordinasi Kebijakan Pemerintah

Pelemahan itu pun melanjutkan tren negatif rupiah yang sudah berlangsung sejak pertengahan Mei 2026. Jika dibandingkan posisi sekitar dua pekan lalu yang masih berada di kisaran Rp17.700 per dolar AS, nilai tukar rupiah telah melemah lebih dari 300 poin.

Sehari sebelumnya, Rabu 3 Juni 2026, kurs rupiah masih berada di level sekitar Rp17.916 per dolar AS. Namun hanya dalam waktu kurang dari 24 jam, dolar AS kembali menguat hingga menembus Rp18.000.

Rupiah Jadi Salah Satu Mata Uang Tertekan di Asia

Tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah kombinasi sentimen global dan domestik yang belum mereda.

Di tingkat global, investor masih memburu aset berbasis dolar AS karena ketidakpastian ekonomi dunia dan ekspektasi suku bunga tinggi Amerika Serikat.

BACA JUGA:Daftar Kenaikan Harga Steam Deck OLED, Tembus Belasan Juta Rupiah untuk Varian 512GB dan 1 TB

BACA JUGA:Marwah Rupiah

Sikap Federal Reserve (The Fed) yang masih cenderung hawkish membuat aliran modal global lebih banyak mengalir ke instrumen dolar.

Sementara dari dalam negeri, tekanan datang dari derasnya arus keluar modal asing, kebutuhan pembayaran utang luar negeri korporasi, pembayaran dividen perusahaan, hingga meningkatnya permintaan valuta asing di pasar domestik.

Sebelumnya sejumlah analis juga menyoroti aksi jual bersih investor asing yang mencapai puluhan triliun rupiah sepanjang Mei 2026 sebagai salah satu faktor yang menekan pasar keuangan Indonesia.

BACA JUGA:BI Gencarkan Intervensi untuk Stabilkan Rupiah, Perry: Cadangan Devisa Lebih dari Cukup

BACA JUGA:Rupiah Terus Melemah, Gubernur BI: Akan Menguat Kembali pada Juli 2026

Dampak Pelemahan Rupiah

Kategori :