BACA JUGA:Rupiah Terancam Tembus Rp 18.000, Analis: Perlu Intervensi dan Pemangkasan Anggaran Non-Esensial
Aliran modal asing (capital outflow) yang keluar hingga puluhan triliun sepanjang Mei kemarin mengonfirmasi bahwa pasar global sedang memberikan tekanan riil pada fundamental ekonomi kita.
Kini, bola panas ada di tangan Bank Indonesia dan jajaran kebijakan fiskal pemerintah. Masyarakat pedesaan saat ini tidak butuh narasi penenangan yang menyederhanakan masalah, melainkan langkah mitigasi konkret agar efek rembesan kurs Rp18.013 ini tidak menggerus isi dompet mereka lebih dalam lagi. (*)