Sebagai pandangan hidup bangsa, Pancasila menghadapi tantangan besar terjadinya pergeseran nilai, lunturnya etika publik, dan tergerusnya kearifan lokal. Bangsa ini seperti telah kehilangan jati diri bangsa dalam banyak hal.
Dekadensi moral terjadi dalam pusat-pusat dan episentrum yang seharusnya sebagai benteng moral. Korupsi pejabat terjadi sangat masif seperti sudah kehilangan rasa malu. Gaya hidup materialistis-individualistis lebih ”membanggakan” daripada nilai-nilai keilmuan, kesederhanaan, dan kearifan.
Demokrasi kita juga terjebak dalam demokrasi prosedural, belum bermutu, karena kendala tingkat pendidikan dan kesenjangan ekonomi. Demokrasi Pancasila masih sekadar slogan karena kita terjebak demokrasi liberal, bahkan lebih liberal dari pabriknya ”Barat”. Akibatnya, aspek substantif dan etika sering diabaikan.
BACA JUGA:Pancasila dalam Denyut Nadi Talenta Muda Indonesia
BACA JUGA:Konsensus Tokoh Nasionalis-Religius dalam Merawat Pancasila
Urgensi Revitalisasi Nilai-Nilai Pancasila
Kebanggaan dan kecintaan terhadap Pancasila harus diwujudkan dalam pengamalan yang nyata dan sungguh-sungguh. Sayangnya, yang terjadi justru sebaliknya. Bangsa yang ber-Pancasila, tetapi korupsi merajalela.
Bangsa ber-Pancasila, tetapi dekadensi moral di mana-mana. Bangsa ber-Pancasila, di sisi lain etika dan kesantunan diabaikan. Bangsa ber-Pancasila, ironinya nilai-nilai kekeluargaan dan gotong royong mulai terkikis oleh egoisme dan individualisme.
Sungguh, revitalisasi nilai-nilai Pancasila sangat mendesak dan urgen. Dibutuhkan sosialisasi, internalisasi, dan implementasi nilai-nilai Pancasila pada semua aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kesadaran kolektif akan revitalisasi nilai-nilai Pancasila harus dimulai pada ekosistem keluarga, pendidikan (sekolah), dan masyarakat.
Meminjam istilah Lickona, pendidikan moral dan karakter akan berhasil bila melalui tiga tahap, yakni moral knowing, moral feeling, dan moral action. Dalam konteks sekarang, teladan para pemimpin juga mutlak diperlukan.
Para founding father telah meletakkan fondasi dasar negara dan pandangan hidup bangsa yang tepat dan dahsyat. Tugas generasi muda adalah mengamalkan, mengembangkan, dan mengaktualisasikan sesuai tantangan dan dinamika zaman. (*)
*) Parji, guru besar dan ketua Senat Akademik UNIPMA.