YOGYAKARTA, HARIAN DISWAY – Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko akhirnya angkat bicara setelah menjadi sasaran protes mahasiswa dalam diskusi yang berujung ricuh di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
Mantan aktivis reformasi itu mengaku menyesalkan penghentian forum diskusi yang semula diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan antara mahasiswa dan pemerintah.
"Seharusnya kita bisa berdialog dengan sehat dan lancar. Saya mau kok berdiskusi dengan mahasiswa. Tapi tadi sayangnya kondisinya sudah tidak kondusif," kata Budiman dalam keterangannya usai acara.
BACA JUGA:Budiman Sudjatmiko Dicari Mahasiswa UGM, Diteriaki
BACA JUGA:BEM UGM Sindir Board of Peace Jadi 'Board of Pigs', Singgung Konflik Gaza
Budiman menegaskan dirinya sebenarnya tidak keberatan untuk tetap berada di lokasi dan berdialog langsung dengan mahasiswa. Namun, situasi yang memanas membuat petugas keamanan memutuskan untuk mengevakuasinya dari dalam gedung.
"Saya sendiri sebenarnya tidak keberatan untuk tetap menemui mahasiswa di dalam gedung," ujarnya.
Budiman menjadi salah satu tokoh yang paling disorot dalam forum bertajuk Kopdar Bareng Mas Dar yang digelar di lingkungan UGM.
Acara tersebut juga menghadirkan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sebagai narasumber.
Pada awal kegiatan, diskusi berlangsung normal. Sudaryono menjelaskan kebijakan pemerintah terkait tata kelola ekspor melalui sistem satu pintu yang disebut bertujuan menutup celah kerugian negara akibat ketidaksesuaian data ekspor dan impor.
BACA JUGA:Tiyo Ardianto Curiga Dadan Hindayana Dijadikan Kambing Hitam Kasus Korupsi MBG
BACA JUGA:Surat Terbuka Ketua BEM UGM ke Prabowo Viral, Singgung Beratnya Jadi WNI
Sementara itu, Nusron Wahid menyampaikan optimismenya terhadap kemampuan pemerintah menghadapi tantangan ekonomi global dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Situasi mulai berubah ketika Budiman mendapat kesempatan berbicara.
Dalam paparannya, Budiman menyinggung isu yang tengah ramai diperbincangkan terkait dugaan intimidasi terhadap Tiyo Ardianto, mantan Ketua BEM UGM.