Menyoal Gerakan Mahasiswa dan Solusinya

Menyoal Gerakan Mahasiswa dan Solusinya

ILUSTRASI Menyoal Gerakan Mahasiswa dan Solusinya.-Arya/AI-Harian Disway-

ALIANSI mahasiswa dari berbagai universitas yang intinya menyerukan pemerintah segera melakukan introspeksi dan mengakui kesalahannya sebagaimana ditulis Bagong Suyanto dengan judul Menyikapai Aksi Unjuk Rasa mahasiswa (Kompas, 19 Juni 2026) menarik didiskusikan lebih lanjut. 

Pada tulisan ini, diketengahkan perspektif teori deprivasi relatif (relative deprivation theory) yang dikemukakan Ted Robert Gurr sebagai pisau analisis yang tepat untuk membedah persoalan tersebut. 

Teori itu menjelaskan bahwa gerakan sosial muncul akibat adanya kesenjangan antara apa yang diharapkan masyarakat dan kenyataan yang mereka terima, yang dapat memicu kemarahan publik. Gurr menggunakan teori itu untuk menjelaskan akar penyebab kekerasan dan konflik politik.

Jika dikaitkan dengan gerakan Reformasi 1998, teori Gurr menjadi perspektif teori yang tepat untuk menjelaskan akar penyebab kekerasan dan konflik politik yang berujung pada pemakzulan (impeachment) Presiden Soeharto saat itu. 

BACA JUGA:Astroturfing Digital, Musuh Paling Baru Gerakan Mahasiswa

BACA JUGA:Dies Natalis GMNI Unair: Massa Bayaran dan Ironi Gerakan Mahasiswa di Era Pragmatis

Penyebab utama gerakan Reformasi 1998 dipicu krisis moneter dan merosotnya nilai tukar rupiah secara drastis terhadap dolar AS yang tembus Rp16.800 per dolar AS. Akibatnya, harga bahan pokok melambung tinggi dan daya beli masyarakat menurun.

Bagaimana dengan aksi unjuk rasa berbagai aliansi mahasiswa beberapa waktu terakhir, apakah dipicu oleh hal yang sama dan tujuan yang sama dengan aksi mahasiswa pada gerakan Reformasi 1998? 

Pada aspek penyebab utama aksi unjuk rasa mahasiswa saat ini dengan aksi unjuk rasa mahasiswa pada gerakan Reformasi 1998, ada titik kemiripannya, untuk tidak mengatakan sama. 

Yaitu, melemahnya rupiah dan naiknya harga BBM. Dampaknya, harga bahan pokok melambung tinggi dan daya beli masyarakat menurun.

Pada aspek tuntutan aksi unjuk rasa mahasiswa, terdapat titik perbedaan antara unjuk rasa mahasiswa saat ini dan aksi unjuk rasa mahasiswa pada gerakan Reformasi 1998, yaitu tidak pada tuntutan pemakzulan presiden, sebagaimana tuntutan aksi mahasiswa pada gerakan Reformasi 1998. 

Meski demikian, aksi unjuk rasa mahasiswa yang menjadi penyambung lidah aspirasi masyarakat perlu disikapi dengan serius oleh pemerintah terkait persoalan yang menjadi faktor penyebab utama aksi unjuk rasa.

Konflik Politik yang Menyertai

Fakta yang menjadi penyebab utama aksi unjuk rasa mahasiswa saat ini beruntung tidak terkait dengan tuntutan pemakzulan sebagaimana aksi unjuk rasa mahasiswa pada tahun 1998. Semua partai politik dan anggota kabinet dalam satu barisan yang sama dengan Presiden Prabowo. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: